Elon Musk mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia dengan mencatatkan rekor kekayaan baru yang menembus angka 800 miliar dollar AS. Berdasarkan data real-time Billionaire List Forbes per 9 Februari 2026, dominasi pengusaha sektor teknologi semakin kuat dengan menempatkan tujuh nama dalam daftar sepuluh besar orang paling tajir di planet ini.
Lonjakan Kekayaan Elon Musk dan Akuisisi xAI
Elon Musk, yang kini berusia 54 tahun, tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai 844,7 miliar dollar AS atau setara Rp 14.211 triliun (estimasi kurs Rp 16.814). Pencapaian ini menjadikan pemilik SpaceX, Tesla, dan platform X tersebut sebagai orang pertama dalam sejarah yang memiliki harta lebih dari 800 miliar dollar AS.
Kenaikan signifikan ini terjadi setelah SpaceX, perusahaan antariksa milik Musk, resmi mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang juga merupakan miliknya sendiri. Forbes melaporkan bahwa entitas gabungan SpaceX dan xAI kini memiliki nilai valuasi sebesar 1,25 triliun dollar AS, yang secara langsung mendongkrak kekayaan pribadi Musk sebesar 84 miliar dollar AS.
Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Versi Forbes
Di bawah Elon Musk, posisi kedua dan ketiga ditempati oleh duo pendiri Google. Berikut adalah daftar lengkap sepuluh orang terkaya di dunia menurut indeks real-time Forbes:
- Elon Musk: 844,7 miliar dollar AS (Tesla, SpaceX)
- Larry Page: 264,4 miliar dollar AS (Google)
- Sergey Brin: 243,9 miliar dollar AS (Google)
- Mark Zuckerberg: 226,8 miliar dollar AS (Meta/Facebook)
- Jeff Bezos: 224,3 miliar dollar AS (Amazon)
- Larry Ellison: 186,4 miliar dollar AS (Oracle)
- Bernard Arnault & family: 164,8 miliar dollar AS (LVMH)
- Jensen Huang: 161 miliar dollar AS (Nvidia)
- Warren Buffett: 150,4 miliar dollar AS (Berkshire Hathaway)
- Rob Walton & family: 149 miliar dollar AS (Walmart)
Perbandingan Data Forbes dan Bloomberg
Meskipun terdapat perbedaan angka, indeks real-time Bloomberg juga menunjukkan tren serupa di mana tujuh dari sepuluh orang terkaya berasal dari industri teknologi. Perbedaan estimasi antara kedua lembaga ini disebabkan oleh metodologi penghitungan yang berbeda.
| Aspek Metodologi | Forbes | Bloomberg | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Waktu Pembaruan | Setiap 5 menit (real-time) | Harian (setelah penutupan pasar) | Indikator Utama | Harga saham publik | Angka final penutupan pasar New York |
Fenomena AI Boom dan Risiko Bubble
Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama pertumbuhan kekayaan para taipan teknologi. Sejak tahun 2024, popularitas AI telah mengerek total kekayaan sepuluh pengusaha teknologi dunia hingga menyentuh angka 2,5 triliun dollar AS pada akhir 2025.
Namun, sejumlah analis memperingatkan adanya ancaman AI bubble atau gelembung ekonomi. Kondisi ini terjadi ketika investasi besar-besaran tidak dibarengi dengan pertumbuhan profit yang stabil, mirip dengan fenomena dot-com bubble pada akhir 1990-an. Ketidakstabilan industri AI di masa depan diprediksi akan berdampak langsung pada fluktuasi estimasi kekayaan para konglomerat ini.
Informasi lengkap mengenai pergerakan kekayaan para tokoh dunia ini dihimpun berdasarkan data indeks real-time Forbes dan Bloomberg yang diperbarui hingga Februari 2026.
