Teknologi

Elon Musk Targetkan Jaringan Robotaksi Tesla Luas di AS Akhir 2026, Umumkan di Forum Ekonomi Dunia

CEO Tesla, Elon Musk, kembali membuat klaim ambisius mengenai masa depan kendaraan otonom perusahaannya. Ia menyatakan bahwa Tesla akan memiliki jaringan robotaksi tanpa pengemudi yang tersebar luas di seluruh Amerika Serikat pada akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Musk saat tampil di World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss.

Klaim Jaringan Robotaksi Luas

Dalam kesempatan tersebut, Elon Musk menegaskan bahwa layanan robotaksi Tesla telah diluncurkan di beberapa kota. Menurutnya, jangkauan layanan ini akan menjadi “sangat, sangat luas di seluruh AS pada akhir tahun ini,” merujuk pada akhir tahun 2026. Klaim ini muncul di tengah skeptisisme beberapa pihak mengingat riwayat janji Musk yang kerap tertunda.

Sejarah Janji dan Implementasi

Layanan robotaksi Tesla akhirnya mulai mengaspal di Austin, Texas, pada Juni lalu, namun masih didampingi oleh pengawas manusia di dalam mobil. Implementasi ini terjadi setelah bertahun-tahun Tesla menunda janji untuk menghadirkan mobil yang sepenuhnya tanpa pengemudi. Pada Juli tahun lalu, Musk sempat meyakini bahwa Tesla akan memiliki layanan tumpangan otonom yang mungkin mencakup separuh populasi AS pada akhir tahun tersebut, sebuah target yang tidak tercapai.

Pada Oktober 2025, Musk mengumumkan bahwa Tesla seharusnya akan memiliki 500 unit robotaksi di Austin pada akhir tahun yang sama. Namun, pada November, ia merevisi angka tersebut menjadi sekitar 60 unit. Terkini, melalui unggahan di platform media sosial X, Musk mengumumkan bahwa perjalanan robotaksi di Austin mulai beroperasi tanpa pengawas manusia.

Musk membagikan unggahan dari Ashok Elluswamy, VP Software AI Tesla, yang menjelaskan bahwa peluncuran tanpa pengawas akan dimulai dengan beberapa kendaraan yang dicampur ke dalam armada robotaksi dengan pengawas keselamatan. Rasio kendaraan tanpa pengawas ini akan meningkat seiring waktu.

Kompetisi dan Tantangan Pasar

Tesla beroperasi di pasar kendaraan tanpa pengemudi yang semakin kompetitif. Pasar ini didominasi oleh Waymo yang didukung Alphabet di wilayah Barat dan ApolloGo milik Baidu di Tiongkok. Zoox milik Amazon juga mulai meramaikan sektor ini sejak tahun 2025. Waymo sendiri menutup tahun lalu dengan beroperasi di lima pasar AS dan meluncurkan layanan di Miami.

Tesla dan bisnis robotaksi lainnya di AS menghadapi tantangan berat untuk memenangkan kepercayaan penumpang. Sebuah survei oleh Electric Vehicle Intelligence Report menemukan bahwa konsumen AS sangat skeptis terhadap robotaksi, dengan kekhawatiran khusus seputar keselamatan. Akhir tahun lalu, regulator California bahkan menemukan bahwa Tesla telah melakukan pemasaran yang menipu dan iklan palsu terkait kemampuan tanpa pengemudi pada kendaraan mereka.

Janji Optimus dan Prediksi AI

Dikutip dari CNBC, dalam percakapannya dengan CEO BlackRock Larry Fink, Musk juga mengatakan bahwa Tesla akan menjual robot Optimus kepada publik pada akhir tahun 2027. Lebih lanjut, Musk membuat prediksi mengenai kecerdasan buatan. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 10 tahun ke depan, tetapi dengan laju kemajuan AI saat ini, saya pikir kita mungkin akan memiliki AI yang lebih pintar dari manusia mana pun pada akhir tahun ini, dan saya rasa paling lambat tahun depan,” ujar Musk.

Cuplikan terbaru dan informasi detail mengenai perkembangan robotaksi Tesla dapat diakses melalui kanal YouTube resmi Tesla atau akun media sosial Elon Musk.