Finansial

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 110.000 per Kg Akibat Pasokan di Pasar Induk Anjlok 50 Persen

Advertisement

Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur, melonjak hingga menyentuh angka Rp 110.000 per kilogram pada awal Ramadan, Jumat (20/2/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh merosotnya pasokan barang hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

Guntur, salah satu pedagang di PIKJ, menjelaskan bahwa harga saat ini jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 57.000 per kilogram. Menurutnya, harga di tingkat pasar induk saat ini berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 110.000 per kilogram.

“Sekitar Rp 100.000-Rp 110.000 (per kilogram). Kalau mengacu HAP Rp 57.000 per kilogram jadi sekitar Rp 60.000 di konsumen,” ujar Guntur saat dihubungi pada Jumat (20/2/2026).

Penyebab Penurunan Pasokan dan Gangguan Panen

Guntur menyebutkan bahwa berkurangnya pasokan disebabkan oleh banyaknya petani yang libur pada awal bulan puasa. Selain faktor tenaga kerja, cuaca ekstrem berupa hujan lebat juga memaksa petani menunda atau membatalkan waktu petik cabai, yang berdampak langsung pada minimnya hasil panen.

“Karena waktu petik singkat pengaruh hujan,” kata Guntur. Ia menambahkan bahwa musim hujan mengakibatkan proses perubahan warna cabai rawit menjadi merah menjadi lebih lama dibandingkan saat musim kemarau. Meskipun luas lahan tanam mencukupi, gangguan hama dan cuaca ekstrem tetap menekan jumlah produksi.

Data Harga Cabai di Berbagai Wilayah

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 20 Februari, rata-rata nasional harga cabai rawit merah berada di angka Rp 74.818 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 31,26 persen di atas Harga Acuan Penjualan.

Advertisement

Berikut adalah rincian harga cabai rawit merah di sejumlah wilayah berdasarkan laporan Bapanas:

WilayahHarga per Kilogram
Nusa Tenggara Barat (NTB)Rp 127.500
DKI JakartaRp 111.818
BantenRp 100.000
Papua SelatanRp 100.000
D.I. YogyakartaRp 97.857
Jawa BaratRp 95.431
Jawa TimurRp 93.804

Intervensi Kementerian Pertanian

Guna mengendalikan lonjakan harga, Kementerian Pertanian mulai mengerahkan champion cabai untuk mengguyur pasokan ke pasar induk. Para champion ini merupakan petani cabai binaan yang mendapatkan fasilitas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk berusaha menjaga harga dan pasokan stabil saat ini lagi ada intervensi Kementerian Pertanian,” tutur Guntur. Ia memproyeksikan pasokan akan kembali normal dan harga berangsur turun setelah masa awal Ramadan berakhir serta kondisi cuaca membaik.

Informasi mengenai perkembangan harga pangan nasional ini merujuk pada data Panel Harga Pangan Bapanas dan keterangan resmi pedagang pasar induk yang dirilis pada 20 Februari 2026.

Advertisement