Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (19/2/2026) setelah ditutup menguat 1,19 persen di level 8.310 pada hari sebelumnya. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,44 triliun di seluruh pasar, memberikan sentimen positif bagi pergerakan bursa domestik.
Proyeksi IHSG dan Analisis Teknikal
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang menguat di area 8.377 hingga 8.440. Namun, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi koreksi lanjutan di rentang 8.098-8.155.
“Best case apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.172, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.377-8.440,” ujar Herditya dalam analisisnya.
Saat ini, level support IHSG berada di 7.863 dan 7.712, sementara resistance terdekat dipantau pada posisi 8.354 dan 8.517. Di sisi lain, Tim Riset Sinarmas Sekuritas melihat IHSG telah berhasil melewati level kuat 8.251, sehingga berpeluang menguji resistance 8.360 hingga 8.408 dengan support terdekat di 8.227-8.170.
Sentimen Global dan Data Ekonomi Domestik
Pergerakan pasar hari ini turut dipengaruhi oleh risalah FOMC The Fed yang menunjukkan hasil beragam. Sebagian pejabat bank sentral Amerika Serikat mengisyaratkan kenaikan suku bunga di masa depan dengan tetap memantau data inflasi dan tenaga kerja, sementara sebagian lainnya menginginkan pemangkasan.
Dari dalam negeri, investor mencermati beberapa data penting sebagai berikut:
- Utang Luar Negeri (ULN): Posisi ULN Indonesia kuartal IV 2025 naik sekitar 4,1 miliar menjadi 431,7 miliar dollar AS akibat peningkatan utang sektor publik.
- Suku Bunga BI: Pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini. BI Rate tercatat bertahan di level 4,75 persen selama lima bulan terakhir.
Rekomendasi Saham Pilihan
Berdasarkan analisis dari dua sekuritas, berikut adalah sejumlah saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar:
| Sekuritas | Emiten | Rekomendasi | Target / Keterangan |
|---|---|---|---|
| MNC Sekuritas | BUVA | Buy on Weakness | Potensi tren penguatan wave (5) |
| MNC Sekuritas | COIN | Buy on Weakness | Fase koreksi terbatas wave 4 |
| MNC Sekuritas | INET | Buy on Weakness | Peluang mengakhiri fase korektif |
| MNC Sekuritas | PANI | Speculative Buy | Awal wave [v] dari wave 1 |
| Sinarmas | INDY | Speculative Buy | Target: 3.910 – 4.020 |
| Sinarmas | ELSA | Speculative Buy | Target: 830 – 855 |
Informasi lengkap mengenai proyeksi pasar modal ini dirangkum dari laporan harian MNC Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas yang dirilis pada 19 Februari 2026.
