Pasar saham Indonesia diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan signifikan di tengah tekanan sentimen negatif dari lembaga pemeringkat global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mampu menembus level psikologis 10.000 hingga akhir tahun 2026.
Proyeksi Pertumbuhan IHSG dan Skenario Optimistis
Investment Specialist PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menjelaskan bahwa skenario dasar IHSG tahun ini berada di level 9.200. Namun, dalam kondisi pasar yang lebih bergairah atau bullish, indeks berpotensi menyentuh angka 10.000.
Optimisme serupa disampaikan oleh Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto. Ia memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 10.500 pada penghujung tahun 2026, meskipun tetap menyiapkan skenario pesimistis di kisaran 8.000 jika tekanan eksternal berlanjut.
Sektor Komoditas dan Energi Jadi Tulang Punggung
Fundamental pasar domestik dinilai tetap solid berkat dukungan sektor-sektor strategis. Ahmad Faris menyoroti peran penting sektor berbasis komoditas dan energi sebagai penopang utama kinerja emiten di bursa tanah air.
- Nikel
- Minyak dan Gas Bumi (Migas)
- Emas
Rully Arya menambahkan bahwa koreksi tajam yang terjadi belakangan ini merupakan fase konsolidasi yang sehat. Menurutnya, banyak saham saat ini berada pada valuasi menarik atau undervalued namun tetap memiliki prospek fundamental yang menjanjikan.
Tantangan Arus Modal Asing dan Sentimen Global
Meski prospek jangka panjang positif, pasar saham masih rentan terhadap arus keluar dana asing (outflow) yang belum mereda. Dinamika kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta fluktuasi harga komoditas dunia tetap menjadi faktor risiko utama.
Dibutuhkan arus masuk dana asing (inflow) yang konsisten untuk membalikkan tren negatif dalam jangka pendek. Selain itu, percepatan program strategis pemerintah seperti hilirisasi industri dan Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan menjadi katalis positif bagi konsumsi domestik.
Informasi mengenai proyeksi pasar modal ini dihimpun dari pernyataan resmi analis PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia serta Mirae Asset Sekuritas pada Februari 2026.
