Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026) dengan penurunan sebesar 36,15 poin atau 0,44 persen ke level 8.274,08. Pergerakan indeks hari ini diwarnai oleh fluktuasi yang cukup dinamis setelah sempat dibuka menguat di level 8.357,44 pada pagi hari.
Rincian Data Perdagangan Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan level tertinggi di posisi 8.376,20 dan sempat menyentuh level terendah di 8.251,81 sepanjang sesi perdagangan. Total volume transaksi saham mencapai 49,39 miliar lembar dengan nilai transaksi menyentuh Rp 26,05 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,233 juta kali dengan nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp 14.969 triliun. Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan mayoritas saham terkoreksi, di mana terdapat 384 saham yang melemah, 341 saham menguat, dan 233 saham lainnya bergerak stagnan.
Pergerakan Indeks Utama dan Saham Syariah
Sejumlah indeks saham utama lainnya juga mencatatkan pergerakan yang bervariasi. Indeks LQ45 mengalami penurunan sebesar 4,25 poin atau 0,51 persen ke level 834,28. Pelemahan juga diikuti oleh indeks KOMPAS100 yang turun 0,51 persen ke 1.163,43 dan IDX30 yang terkoreksi 0,34 persen ke posisi 436,54.
Berbeda dengan indeks utama, indeks berbasis syariah justru menunjukkan tren positif. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,30 persen ke level 565,67, sementara JII70 naik 0,45 persen ke angka 210,87. Namun, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat turun tipis 0,15 persen ke level 296,28.
Sektor Bahan Baku Memimpin Penguatan di Tengah Tekanan
Meskipun indeks secara keseluruhan melemah, sektor bahan baku (IDXBASIC) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 2,85 persen ke level 2.393,88. Sektor transportasi (IDXTRANS) juga menguat 1,92 persen, disusul oleh sektor energi (IDXENERGY) yang naik 0,82 persen.
Tekanan terbesar pada perdagangan hari ini datang dari sektor teknologi (IDXTECHNO) yang merosot 1,16 persen ke level 8.751,74. Sektor keuangan (IDXFINANCE) dan properti (IDXPROPERT) juga masing-masing melemah sebesar 1,03 persen dan 0,70 persen, sementara sektor kesehatan hanya naik tipis 0,04 persen.
Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar modal ini merujuk pada data perdagangan harian yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia pada 19 Februari 2026.
