Berita

Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Nisfu Syaban 2026: Persiapan Spiritual Jelang Ramadhan

Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Senin, 2 Februari 2026, malam ini, dan puasa Nisfu Syaban pada Selasa, 3 Februari 2026. Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah sunah Puasa Ayyamul Bidh yang juga berlangsung pada awal Februari 2026, sebagai persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadhan. Kedua ibadah ini memiliki keutamaan besar dalam syariat Islam.

Jadwal Puasa Nisfu Syaban 2026

Nisfu Syaban, yang berarti pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah, bertepatan dengan tanggal 15 Syaban 1447 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama dan konversi ke kalender Masehi, Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Malam Nisfu Syaban sendiri telah dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026, dan akan berakhir hingga terbit fajar pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. Oleh karena itu, puasa Nisfu Syaban akan ditunaikan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Penetapan tanggal ini mengacu pada metode hisab dan rukyatul hilal yang digunakan lembaga keagamaan di Indonesia, meskipun perbedaan satu hari masih dimungkinkan di wilayah tertentu. Nisfu Syaban dipandang sebagai momentum penting karena berada tepat sebelum bulan Ramadhan dan sering dimanfaatkan sebagai waktu untuk memperbaiki kualitas ibadah.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 2026

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam bulan Hijriah. Pada bulan Syaban 1447 H ini, puasa Ayyamul Bidh berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan bertepatan dengan Nisfu Syaban.

  • Puasa Ayyamul Bidh Syaban 2026 hari pertama dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026 (13 Syaban 1447 H).
  • Puasa Ayyamul Bidh hari kedua jatuh pada Senin, 2 Februari 2026 (14 Syaban 1447 H).
  • Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga sekaligus puasa Nisfu Syaban bertepatan pada Selasa, 3 Februari 2026 (15 Syaban 1447 H).

Keutamaan Bulan Syaban dan Malam Nisfu Syaban

Bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa karena menjadi waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Keutamaan bulan Syaban dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA:

“Bulan Syaban adalah bulan yang sering dilupakan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).

Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai malam penuh rahmat karena Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat dan memperbanyak ibadah. Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, serta evaluasi diri pada malam pertengahan Syaban ini.

Niat dan Tata Cara Puasa Sunah

Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niatnya:

Nawaitu shauma ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Hukum Menggabungkan Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban

Puasa Ayyamul Bidh dan puasa Nisfu Syaban boleh digabungkan karena keduanya termasuk puasa sunah. Ustaz Hanif Luthfi Lc, dalam buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing, menjelaskan bahwa puasa sunah dapat digabungkan apabila dikerjakan pada hari yang sama.

Mengingat puasa Ayyamul Bidh hari ketiga di bulan Syaban bertepatan langsung dengan puasa Nisfu Syaban, umat Islam dapat menggabungkan niat kedua puasa tersebut. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang digabung dengan Nisfu Syaban:

Nawaitu shauma ghadin ayy?mil b??i wa ‘an shaumi syahri sya‘b?na sunnatan lill?hi ta‘?l?.

Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh) dan puasa bulan Syaban sunah karena Allah Ta’ala.”

Dalil dan Doa Berbuka Puasa

Anjuran puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam An-Nasa’i:

“Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah).” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).

Umat Islam juga dianjurkan membaca doa ketika berbuka puasa, termasuk saat menjalankan puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban. Berikut bacaan doanya:

Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa allaahu ta‘aalaa.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah.”

Informasi lengkap mengenai jadwal, niat, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh serta Nisfu Syaban ini disampaikan melalui rujukan Kalender Hijriah Kementerian Agama dan penjelasan para ulama. Momentum pertengahan Syaban menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadhan.