Edukasi

Kemenag Umumkan Rencana Pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN, Solusi Pendidikan Komprehensif untuk Warga Ibu Kota Baru

Advertisement

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan rencana ambisius untuk membangun Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa fasilitas pendidikan ini akan mencakup Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA), dirancang sebagai solusi pendidikan komprehensif bagi warga IKN. Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin pada Minggu, 22 Februari 2026, saat meninjau langsung lokasi di IKN.

Konsep Madrasah Terintegrasi di IKN

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, Madrasah Terintegrasi ini akan menjadi kompleks pendidikan yang lengkap, terdiri dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (22/2/2026).

Kawasan pendidikan seluas sekitar 21 hektar ini dirancang untuk dilengkapi dengan asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya. Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi warga IKN dan wilayah sekitarnya yang terus berkembang seiring perkembangan ibu kota baru.

Nasaruddin menambahkan, Kepala Otorita IKN telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan guna mendukung rencana pembangunan madrasah tersebut.

Peninjauan Infrastruktur dan Koordinasi Kemenag di IKN

Selain membahas pembangunan madrasah, kunjungan Menteri Agama ke IKN juga menyoroti kesiapan perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin berdialog langsung dengan ASN dan tenaga kesehatan untuk memahami pengalaman kerja serta kesiapan layanan di wilayah ibu kota baru.

Advertisement

“Saya melihat ini efisien sangat, sangat efektif. Karyawannya menyiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya. Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” ungkapnya.

Menag juga memandang kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN sebagai peluang bagi Kementerian Agama untuk memperkuat koordinasi secara vertikal dari pusat hingga daerah. Hal ini memungkinkan koordinasi tanpa harus selalu berpusat di Jakarta.

“Mudah-mudah pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasikan seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak harus harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkas Nasaruddin.

Informasi lengkap mengenai rencana pembangunan Madrasah Terintegrasi dan peninjauan infrastruktur di IKN ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Agama yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026.

Advertisement