Teknologi

Kemendikdasmen Pecahkan Rekor! Skor SPBE 2025 Tembus Angka Memuaskan Berkat Digitalisasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025. Dengan skor 4,23, Kemendikdasmen meraih kategori Memuaskan, menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka dalam penilaian SPBE.

Peningkatan signifikan ini menunjukkan penguatan kinerja layanan berbasis elektronik di sektor pendidikan, khususnya pada aspek layanan publik dan administrasi pemerintahan. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,02.

Transformasi Digital sebagai Kunci Peningkatan Layanan

Transformasi digital di sektor pendidikan dinilai kian krusial untuk meningkatkan kualitas layanan publik, pemerataan akses belajar, serta transparansi pengelolaan pendidikan. Pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, sistem berbasis data, dan layanan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan ekosistem pembelajaran digital dan tata kelola pendidikan berbasis teknologi menjadi faktor utama di balik peningkatan ini. “Transformasi digital yang kami lakukan berfokus pada bagaimana layanan pendidikan dapat diakses lebih mudah, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan guru, murid, serta satuan pendidikan,” ujar Yudhistira.

Inisiatif Unggulan Kemendikdasmen

Salah satu inisiatif strategis yang dijalankan adalah Program Digitalisasi Pembelajaran. Program ini mencakup penyediaan perangkat pembelajaran digital, materi ajar, serta pelatihan guru yang komprehensif. Inisiatif tersebut terintegrasi dengan pengembangan platform layanan pembelajaran digital yang menyatukan berbagai fungsi dalam satu sistem.

“Perangkat keras pembelajaran kami lengkapi dengan ekosistem digital melalui Rumah Pendidikan, yang menyatukan ratusan aplikasi agar layanan pembelajaran lebih sederhana dan efisien,” kata Yudhistira. Platform ini menyediakan beragam konten dan layanan pembelajaran, mulai dari video interaktif, laboratorium virtual, gim edukasi, hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Data Kemendikdasmen menunjukkan bahwa layanan digital ini telah dimanfaatkan secara luas. Tercatat jutaan guru dan peserta didik, serta ratusan ribu satuan pendidikan di berbagai daerah, telah merasakan manfaat dari program digitalisasi ini.

Transparansi Anggaran dan Tata Kelola SPBE

Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan anggaran pendidikan untuk meningkatkan akuntabilitas. Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) kini dicatat dan dikelola secara elektronik oleh ratusan ribu satuan pendidikan, sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi.

Dalam evaluasi SPBE 2025, skor tinggi dicatat pada komponen layanan publik berbasis elektronik, layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik, serta perencanaan dan kebijakan tata kelola SPBE. Penguatan manajemen sistem dan Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) turut mendukung peningkatan tersebut.

“Penguatan manajemen SPBE dan audit TIK menjadi fondasi penting agar layanan digital berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan,” ucap Yudhistira, menegaskan komitmen Kemendikdasmen terhadap kualitas layanan digital.

Menuju Indeks Pemerintah Digital (PemDI)

Penilaian SPBE 2025 ini menjadi yang terakhir sebelum pemerintah beralih ke Indeks Pemerintah Digital (PemDI). Transisi ini akan menekankan integrasi layanan dan pengembangan ekosistem digital pemerintahan yang lebih berorientasi pada pengguna, menandai langkah maju dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.

Informasi detail mengenai capaian dan program digitalisasi pendidikan Kemendikdasmen dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.