Sebanyak 426 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dari wilayah Jawa Tengah dan DIY telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan (diklat) intensif selama 10 hari di Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali. Kegiatan yang berlangsung sejak 5 hingga 14 Februari 2026 ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan petugas dalam melayani jemaah haji tahun ini.
Distribusi Petugas dan Cakupan Pelayanan
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menjelaskan bahwa para petugas yang mengikuti pelatihan ini akan melayani jemaah dari dua embarkasi utama. Total peserta sebanyak 426 orang tersebut akan ditempatkan pada 80 kelompok terbang (kloter) asal Solo (SOC) dan 26 kloter asal Yogyakarta (YIA).
“Jumlah total peserta PPIH kloter sebanyak 426 orang yang akan tersebar pada 80 kloter dari SOC dan 26 kloter dari DIY,” ujar Fitriyanto saat ditemui di Asrama Haji Solo, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Pelatihan Kedisiplinan dan Kemampuan Bahasa
Selama masa diklat, para calon petugas menerima berbagai materi krusial untuk membekali mereka saat mendampingi jemaah di Arab Saudi. Salah satu aspek yang ditekankan adalah kedisiplinan, di mana para peserta menjalani latihan baris-berbaris selama dua hari penuh di bawah bimbingan fasilitator dari Kodam IV/Diponegoro.
Selain fisik dan mental, peserta juga dibekali dengan kemampuan teknis lainnya, meliputi:
- Pelatihan bahasa Arab dasar untuk komunikasi dengan pihak syarikah dan pengelola hotel.
- Materi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah haji.
- Gladi posko untuk memberikan gambaran konkret situasi prosesi ibadah haji.
Fitriyanto menambahkan bahwa pelatihan bahasa Arab sangat penting agar pelayanan di Arab Saudi bisa maksimal. “Agar petugas kloter bisa berkomunikasi dengan syarikah yang ada di Arab Saudi dan para pemilik hotel,” tegasnya.
Sinergi dengan PPIH Arab Saudi
Pada hari kesembilan, diklat ini melibatkan sinergi langsung dengan PPIH Arab Saudi. Sejumlah petugas yang sebelumnya telah dilatih di Jakarta turut bergabung dalam simulasi atau gladi posko. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun kekompakan antarpetugas sejak masih berada di tanah air.
Selain melibatkan TNI, diklat ini juga menghadirkan 21 fasilitator ahli dari bidang kesehatan dan internal Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan seluruh aspek pelayanan tercover dengan baik.
Informasi lengkap mengenai pelaksanaan diklat petugas haji ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah pada 14 Februari 2026.
