Finansial

Kementan Gandeng Petani Champion Stabilkan Harga Cabai yang Tembus Rp 111 Ribu di Jakarta

Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama kelompok petani champion mulai menyalurkan pasokan cabai rawit secara masif ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, pada Jumat (20/2/2026). Langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menekan harga cabai yang melonjak signifikan di berbagai wilayah menjelang bulan Ramadan.

Intervensi Harga dan Pasokan Selama 30 Hari

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan bahwa penambahan pasokan ke PIKJ akan dilakukan secara rutin selama 30 hari ke depan. Upaya ini bertujuan agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa mengabaikan kesejahteraan para petani.

“Kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” ujar Taufiq dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa intervensi ini dilakukan dengan mempertimbangkan neraca produksi nasional guna memastikan pasokan tetap seimbang.

Penyebab Lonjakan Harga Menjelang Ramadan

Taufiq menyebutkan bahwa kenaikan harga cabai, terutama jenis cabai merah, dipicu oleh lonjakan permintaan pasar yang bersifat momentum menjelang Ramadan. Di saat yang bersamaan, sejumlah sentra pertanian sedang mengalami jeda panen akibat faktor cuaca dan periode libur.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri, dan dinas daerah melalui Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai. Pasokan diambil dari daerah pusat pertanian yang saat ini sedang memasuki masa panen maksimal.

Advertisement

Data Harga Cabai di Berbagai Wilayah

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per 20 Februari 2026, rata-rata nasional harga cabai rawit merah mencapai Rp 74.818 per kilogram, atau 31,26 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan (HAP). Berikut adalah rincian harga di beberapa wilayah:

WilayahHarga per Kilogram
DKI JakartaRp 111.818
Nusa Tenggara Barat (NTB)Rp 127.500
BantenRp 100.000
Papua SelatanRp 100.000
Jawa BaratRp 95.431

Peran Petani Champion dalam Stabilitas Pangan

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menegaskan bahwa kebijakan intervensi ini melibatkan petani champion, yakni petani yang mendapat fasilitas APBN dan berkomitmen menyisihkan hasil panennya untuk menjaga pasokan pasar. Pemerintah memastikan stabilitas harga harus memberikan margin yang adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), Ardhy, menyatakan kesiapan para anggotanya untuk memasok hasil panen ke PIKJ. Ia menegaskan bahwa produksi di pusat pertanian tetap berjalan dan stok tersedia untuk mendukung langkah pemerintah dalam menjaga koridor harga yang wajar.

Informasi lengkap mengenai langkah intervensi pasar ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pertanian yang dirilis pada 20 Februari 2026.

Advertisement