Finansial

Perry Warjiyo Ungkap Peluang Penurunan BI Rate di Tengah Suku Bunga Terendah Sejak 2022

Advertisement

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Februari 2026. Posisi ini telah bertahan sejak September 2025 dan tercatat sebagai level suku bunga terendah sejak tahun 2022.

Proyeksi dan Peluang Penurunan BI Rate

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral masih membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan di masa mendatang. Meski demikian, BI akan tetap berhati-hati dalam memantau sejumlah indikator ekonomi sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut.

“Bagaimana arah kebijakan suku bunga ke depan? Kami masih konsisten, kami masih memandang ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka,” ujar Perry dalam konferensi pers pada Kamis (19/2/2026).

Menurut Perry, realisasi penurunan BI Rate nantinya akan disesuaikan dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang diharapkan tetap terkendali dalam sasaran 1,5-3,5 persen. Selain itu, kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian global.

Dampak Kebijakan Moneter terhadap Pasar

Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 basis poin. Langkah ini telah memberikan dampak signifikan terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga di pasar uang dan surat berharga.

Berikut adalah rincian posisi suku bunga pada beberapa instrumen keuangan per Februari 2026:

Advertisement

  • Suku Bunga INDONIA: Turun 211 bps sejak awal 2025 menjadi 3,92 persen.
  • SRBI Tenor 6, 9, dan 12 Bulan: Masing-masing berada di level 4,91 persen, 4,93 persen, dan 5,04 persen.
  • SBN Tenor 2 Tahun: Tercatat sebesar 5,06 persen.
  • SBN Tenor 10 Tahun: Tercatat sebesar 6,38 persen.

Transmisi ke Sektor Perbankan Masih Terbatas

Walaupun suku bunga pasar telah merespons kebijakan BI, transmisi penurunan BI Rate ke suku bunga perbankan dinilai masih berjalan lambat. Suku bunga deposito satu bulan baru turun sebesar 68 bps menjadi 4,13 persen pada Januari 2026 dari posisi 4,81 persen pada awal tahun sebelumnya.

Kondisi serupa terjadi pada suku bunga kredit perbankan yang hanya turun 40 bps, dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026. BI kini menyoroti pentingnya pengurangan pemberian special rate kepada deposan besar guna mempercepat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.

Informasi lengkap mengenai kebijakan moneter ini disampaikan melalui pernyataan resmi Gubernur Bank Indonesia dalam konferensi pers yang dirilis pada 19 Februari 2026.

Advertisement