Pesawat kargo milik PT Pelita Air Service dengan nomor registrasi PK-PAA dilaporkan jatuh di wilayah Krayan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026). Insiden ini terjadi saat armada tipe Air Tractor AT-802 tersebut tengah menjalankan misi rutin distribusi program BBM Satu Harga di wilayah perbatasan.
Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut diawaki oleh seorang pilot senior, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Pratama Long Bawan sebelum diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (20/2/2026) untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kronologi Penerbangan dan Detik-Detik Hilang Kontak
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pada pukul 10.22 WITA menuju Bandara Long Bawan dengan muatan bahan bakar. Pesawat sempat mendarat dengan selamat pada pukul 11.24 WITA untuk proses pembongkaran muatan.
Setelah selesai melakukan bongkar muat, pesawat bersiap kembali ke Tarakan dalam kondisi tanpa muatan pada pukul 12.10 WITA. Namun, tak lama setelah mengudara, kantor pusat Pelita Air di Jakarta menerima informasi mengenai dugaan jatuhnya pesawat di lokasi yang tidak jauh dari Bandara Long Bawan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menambahkan bahwa pilot sempat berkomunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan. “Pilot menyampaikan estimasi posisi pesawat Abeam Malinau pada pukul 12.24 WITA, namun pada pukul 12.20 WITA, sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) sudah diterima,” jelas Lukman.
Spesifikasi Pesawat dan Rekam Jejak Pilot
Pesawat Air Tractor AT-802 yang mengalami kecelakaan merupakan armada produksi tahun 2013. Pihak manajemen menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi laik terbang dan baru saja menjalani perawatan rutin pada 15 Februari 2026. Berikut adalah detail teknis armada tersebut:
| Registrasi | PK-PAA |
| Tipe Pesawat | Air Tractor AT-802 |
| Tahun Produksi | 2013 |
| Total Jam Terbang | 3.303 Jam |
Sementara itu, Capt. Hendrick Lodewyck Adam yang mengawaki penerbangan tunggal tersebut dikenal sebagai pilot berpengalaman. Ia telah bergabung dengan Pelita Air sejak Juli 2021 dan mengantongi total pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam.
Langkah Investigasi dan Komitmen Perusahaan
PT Pelita Air Service bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan pada Jumat (20/2/2026). Tim ini bertugas untuk memulai proses investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat.
Patria memastikan bahwa perusahaan akan bersikap transparan dan kooperatif dengan KNKT serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selama proses penyelidikan berlangsung. Selain itu, perusahaan berkomitmen memenuhi seluruh hak dan santunan bagi keluarga almarhum.
Informasi lengkap mengenai perkembangan investigasi dan penanganan insiden ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Pelita Air Service dan Kementerian Perhubungan yang dirilis secara berkala.
