Edukasi

Mengenal Sejarah dan Peran Organisasi Pergerakan Nasional dalam Membangkitkan Persatuan Indonesia

Advertisement

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 8 mengajak siswa mendalami sejarah organisasi etnis, kedaerahan, dan keagamaan pada masa pergerakan nasional. Materi ini menyoroti peran penting berbagai perkumpulan dalam membangkitkan semangat persatuan sebelum kemerdekaan Indonesia.

Evolusi Organisasi Kepemudaan: Dari Tri Koro Dharmo ke Jong Java

Tri Koro Dharmo didirikan pada 7 Maret 1915 dengan arti “Tiga Tujuan Mulia” untuk memperkokoh persatuan pemuda dari Jawa, Sunda, Madura, Bali, hingga Lombok. Pada tahun 1918, organisasi ini bertransformasi menjadi Jong Java guna memperluas ruang gerak bagi seluruh pemuda pribumi.

Selain itu, terdapat Jong Sumatranen Bond yang lahir pada 1917 sebagai wadah pelajar asal Sumatra di Jawa. Sementara itu, Jong Celebes menyusul pada 1918 untuk menghimpun pemuda asal Sulawesi dalam memperkuat identitas serta kesadaran nasional.

Advertisement

Peran Organisasi Keagamaan dalam Pendidikan dan Sosial

Muhammadiyah, yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta, fokus pada penegakan ajaran Islam dan modernisasi pendidikan. Langkah serupa dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) di bawah pimpinan KH Hasyim Asy’ari sejak 31 Januari 1926 untuk membimbing umat dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Di sisi lain, Jong Islamieten Bond (JIB) resmi berdiri pada 1 Januari 1925 di Jakarta. Organisasi ini menjadi wadah bagi para pelajar Muslim untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus mempererat persaudaraan lintas daerah.

Ringkasan Profil Organisasi Pergerakan Nasional

OrganisasiTahun BerdiriTokoh/Latar Belakang
Muhammadiyah1912KH Ahmad Dahlan
Tri Koro Dharmo1915R. Satiman Wirjosandjojo
Jong Sumatranen Bond1917Pelajar asal Sumatra
Jong Java1918Perubahan nama Tri Koro Dharmo
Jong Celebes1918Pelajar asal Sulawesi
JIB1925Pelajar Muslim di Jakarta
Nahdlatul Ulama1926KH Hasyim Asy’ari
Advertisement