NASA Bantah Isu Gravitasi Bumi Hilang 7 Detik pada Agustus 2026: Penjelasan Resmi Soal Hoaks
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi membantah klaim viral yang menyebutkan bahwa gravitasi Bumi akan hilang selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026. Informasi yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Awal Mula Isu Viral Project Anchor
Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @mr_danya_of pada akhir Desember 2025. Dalam unggahan tersebut, diklaim bahwa dua gelombang gravitasi dari lubang hitam yang saling berpotongan akan menyebabkan anomali gravitasi tepat saat fenomena gerhana Matahari total terjadi.
Pengunggah juga menyebutkan adanya dokumen rahasia bernama Project Anchor dengan anggaran mencapai 89 miliar dolar AS. Proyek ini diklaim sebagai upaya NASA untuk bertahan hidup selama 7,3 detik saat gravitasi menghilang pada pukul 14:33 UTC.
Skenario Dampak yang Menyesatkan
Informasi menyesatkan tersebut merinci dampak mengerikan yang diprediksi akan memakan korban jiwa sekitar 40 hingga 60 juta orang. Berikut adalah urutan kejadian yang diklaim dalam unggahan tersebut:
- Detik 1-2: Benda-benda yang tidak terikat, manusia, dan kendaraan akan terangkat ke udara.
- Detik 3-4: Objek akan terus naik hingga ketinggian 15-20 meter menuju langit.
- Detik 5-6: Terjadi kekacauan massal saat orang-orang menabrak langit-langit bangunan.
- Detik 7: Gravitasi kembali normal dan segala sesuatu akan jatuh kembali ke permukaan.
Penjelasan Ilmiah dari Pihak NASA
Menanggapi kegaduhan tersebut, juru bicara NASA menegaskan bahwa gravitasi Bumi ditentukan oleh total massanya, termasuk inti, mantel, kerak, hingga atmosfer. Satu-satunya cara Bumi kehilangan gravitasi adalah jika planet ini kehilangan massanya secara drastis.
Terkait fenomena gerhana Matahari total yang memang dijadwalkan terjadi pada 12 Agustus 2026, NASA memastikan tidak ada dampak luar biasa terhadap gravitasi. Gaya tarik gravitasi Matahari dan Bulan hanya memengaruhi pasang surut air laut, bukan menghilangkan gravitasi total Bumi.
Informasi resmi mengenai fenomena astronomi dan jadwal gerhana Matahari dapat dipantau melalui situs serta kanal komunikasi resmi milik NASA.