Edukasi

Natanael Wiraatmaja, Siswa Kelas 3 SD yang Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade Sains Dunia

Advertisement

Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 SD Penabur Banda asal Bandung, Jawa Barat, berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Ia sukses meraih predikat juara dunia tingkat dua (Top 2) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 yang diselenggarakan di Orlando, Amerika Serikat. Atas capaian tersebut, Natanael juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengunjungi markas besar National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Detail Kompetisi dan Pengalaman di NASA

Neo Science Olympiad merupakan ajang global bergengsi yang didedikasikan untuk memajukan keunggulan bidang sains dan matematika bagi siswa di seluruh dunia. Dalam babak grand final, Natanael harus berhadapan dengan persaingan ketat dari berbagai negara dan menyelesaikan puluhan soal dalam waktu yang telah ditentukan.

“Aku ngerjain 40 soal (pada babak grand final). Ada yang susah, ada yang tidak,” ujar Natanael saat memberikan keterangan pada Kamis (12/2/2026). Selain berkompetisi, ia menceritakan pengalaman berkesannya saat mengeksplorasi teknologi di NASA bersama keluarganya.

“Aku sama mama eksplor-eksplor dulu. Terus habis itu kita lihat rocket launch,” ungkapnya mengenai momen melihat peluncuran roket secara langsung.

Rahasia Belajar dan Dukungan Orang Tua

Meski telah meraih prestasi tingkat dunia, Natanael mengaku tidak memiliki resep khusus dalam belajar. Ia menerapkan pola belajar yang sederhana dan santai dengan durasi sekitar 30 menit setiap hari untuk membaca serta mengerjakan soal sains dan matematika.

Ibu Natanael, Novita Setiawan, menjelaskan bahwa minat anaknya pada bidang sains, khususnya natural science, sudah terlihat sejak kelas 1 SD. Ia menekankan pentingnya menjaga kebahagiaan anak dalam proses belajar tanpa adanya paksaan.

Advertisement

  • Fokus pada minat dan bakat alami anak.
  • Konsistensi belajar dalam durasi singkat (30 menit sehari).
  • Memberikan dukungan melalui literasi yang menyenangkan, seperti komik sains.
  • Menjaga kondisi psikologis anak agar tetap bahagia saat berkompetisi.

“Awalnya ikut lomba dari sekolah, Olimpiade Sains Nasional tingkat anak. Puji Tuhan dapat emas. Dari situ kelihatan memang passion-nya di sains, jadi kami dukung,” tutur Novita.

Apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung

Prestasi luar biasa ini mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia menyatakan rasa bangganya atas lahirnya bibit saintis muda dari Kota Kembang. Sebagai bentuk apresiasi, Farhan memberikan hadiah berupa buku sejarah berjudul Revolusi Indonesia and The Birth Of Modern World karya David Van Reybrouck.

“Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik,” kata Farhan.

Informasi mengenai prestasi internasional siswa sekolah dasar ini dihimpun berdasarkan keterangan resmi dan laporan kegiatan pendidikan yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement