Seorang nelayan lokal bernama Abubakar Usman berhasil menyabet gelar juara dalam Festival Memancing Argungu di negara bagian Kebbi, Nigeria, pada Sabtu (14/2/2026). Usman mencatatkan prestasi gemilang dengan menangkap seekor ikan raksasa seberat 59 kilogram dalam ajang yang telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Perhelatan tahun ini menjadi momen spesial lantaran festival tersebut baru kembali diadakan setelah sempat absen selama enam tahun akibat krisis keamanan di wilayah barat laut Nigeria. Meski suhu udara menyengat hingga 39 derajat celsius, ribuan warga termasuk nelayan dari negara tetangga seperti Niger, Chad, dan Togo tetap antusias memadati lokasi.
Detail Kompetisi dan Hadiah Utama
Suasana di Sungai Matan Fada berubah riuh saat para nelayan mulai beraksi menggunakan tangan kosong dan jaring sederhana. Para peserta tampak mengapung di atas labu bundar sembari menyisir perairan keruh demi mendapatkan tangkapan terbesar di tengah sorak-sorai penonton yang memadati tepi sungai.
Keberhasilan Abubakar Usman mengangkat ikan seberat 59 kilogram berbuah manis dengan perolehan hadiah yang fantastis. Ia berhak membawa pulang dua unit mobil sedan baru serta hadiah uang tunai sebesar 740 dollar AS atau sekitar Rp 12,4 juta sebagai apresiasi atas kemenangannya.
Antusiasme Pengunjung dan Kehadiran Tokoh Politik
Bagi masyarakat setempat, festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan warisan budaya yang sangat dinantikan. Salah satu pengunjung, Rukaya Ismaila (23), mengaku rela menempuh perjalanan sejauh 850 kilometer dari Kogi demi menyaksikan langsung keseruan acara yang sudah ia dengar sejak masa sekolah dasar.
Namun, kemeriahan festival kali ini juga diwarnai oleh keriuhan politik dengan hadirnya papan reklame kampanye Presiden Bola Tinubu dan Gubernur Kebbi, Mohammed Nasir Idris. Para peserta bahkan sempat diminta menunggu selama lebih dari dua jam di bawah terik matahari demi menanti kedatangan Presiden Tinubu sebelum kompetisi resmi dimulai.
Sejarah dan Makna Festival Argungu
Festival memancing ini pertama kali diinisiasi pada tahun 1934 oleh penguasa tradisional Argungu, Muhammad Sama. Awalnya, kegiatan ini digelar untuk menandai berakhirnya permusuhan selama satu abad antara rakyat Argungu dengan penguasa Sultan Sokoto, Hassan Dan-Mu’azu.
Selama beberapa dekade, ajang ini berkembang menjadi salah satu acara budaya terbesar di Nigeria yang menarik perhatian wisatawan internasional. Selain kompetisi memancing, festival juga dimeriahkan dengan reli motor dari Abuja, prosesi Durbar, serta berbagai pertunjukan budaya dan tabuhan gendang tradisional.
Informasi lengkap mengenai pelaksanaan festival ini merujuk pada laporan kegiatan resmi dan pernyataan narasumber yang dihimpun pada Minggu (15/2/2026).
