PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan tanggapan terkait dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan nasional merevisi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026. Meski OJK mematok target pertumbuhan kredit di kisaran 10 hingga 12 persen, Bank Mandiri saat ini masih mempertahankan target awal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sikap Bank Mandiri Terhadap Target Kredit 2026
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa perseroan masih mengacu pada RBB awal yang diserahkan kepada regulator pada Desember 2025. Dalam dokumen tersebut, bank berlogo pita emas ini menargetkan pertumbuhan kredit di angka 7 hingga 9 persen untuk tahun berjalan.
Kendati demikian, Riduan menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka ruang untuk melakukan evaluasi strategi pada pertengahan tahun. Keputusan mengenai revisi target akan sangat bergantung pada dinamika pasar dan perkembangan kinerja perseroan hingga semester pertama berakhir.
“Kita teruskan saja dengan RBB yang ada sekarang, nanti Juni mungkin baru kita lihat lah perkembangannya untuk revisi atau tidak,” ujar Riduan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Optimisme Kinerja Melampaui Rencana Bisnis
Riduan menegaskan bahwa Bank Mandiri memiliki rekam jejak dalam mencapai kinerja yang melampaui target formal. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, kredit konsolidasi Bank Mandiri mampu tumbuh sebesar 13,4 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut jauh di atas target RBB 2025 yang dipatok pada level 8 hingga 10 persen.
Pihaknya tetap optimistis bahwa penyaluran kredit akan tetap ekspansif meski angka dalam RBB belum diubah secara resmi. Riduan menekankan bahwa operasional bank selalu diupayakan untuk memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan rencana tertulis.
Langkah OJK dalam Mendorong Ekspansi Perbankan
Di sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang aktif bernegosiasi dengan jajaran perbankan nasional. OJK berharap bank-bank besar dapat meningkatkan kontribusi penyaluran kredit mereka guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dian menyebutkan bahwa negosiasi ini mencakup berbagai segmen pembiayaan, termasuk sektor korporasi. Selain itu, OJK juga menyoroti perlunya perbaikan kualitas penyaluran kredit pada sektor UMKM yang pada tahun sebelumnya sempat mengalami koreksi sebesar 0,3 persen secara tahunan.
- Negosiasi target kredit dilakukan untuk mencapai sasaran nasional 10-12 persen.
- Fokus utama mencakup kredit korporasi dan penguatan sektor UMKM.
- OJK membangun sistem organisasi terintegrasi untuk memantau target bank secara real-time.
Informasi lengkap mengenai perkembangan target pertumbuhan kredit ini disampaikan berdasarkan pernyataan resmi pimpinan Bank Mandiri dan OJK dalam rangkaian agenda kerja di Jakarta pada Februari 2026.
