Memasuki bulan suci Ramadhan, lirik tepuk puasa kembali menjadi metode populer yang diajarkan oleh guru PAUD dan orang tua kepada anak-anak. Lagu sederhana ini bukan sekadar permainan, melainkan media pembelajaran efektif untuk mengenalkan nilai-nilai kesabaran, disiplin, serta ibadah puasa secara menyenangkan kepada anak usia dini.
Tepuk Puasa: Metode Edukasi Ramadhan yang Populer
Tepuk puasa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari edukasi Ramadhan di lingkungan pendidikan anak usia dini. Meskipun tidak ada satu versi resmi yang baku, banyak guru dan orang tua memodifikasi liriknya sesuai kebutuhan dan kreativitas.
Salah satu versi yang paling umum diajarkan di Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki pola yang singkat dan mudah diingat anak-anak:
Enggak makan (prok… 3x)
Enggak minum (prok… 3x)
Enggak marah (prok… 3x)
Harus sabar (prok… 3x)
Dari subuh (prok… 3x)
Sampai maghrib (prok… 3x)
Ramadhan… Yes!
Variasi Lirik Tepuk Puasa untuk Anak
Selain versi dasar tersebut, terdapat berbagai modifikasi lirik tepuk puasa yang dapat diajarkan di sekolah maupun di rumah, bahkan dibagikan di media sosial. Variasi ini memperkaya pesan edukatif yang ingin disampaikan.
-
Tepuk Puasa 1
Tepuk puasa
Prok prok prok
Tidak makan, tidak minum, tidak batal
Prok prok prok
Jaga hati, jaga mulut, jaga mata
Prok prok prok
Quran terus dibaca
Sambil menunggu buka
Tarawih bangun sahur jangan lupa
Puasa -
Tepuk Puasa 2
Puasa banyak pahalanya
Prok prok prok
Mari kita banyak sedekah
Prok prok prok
Bulan puasa bulan istimewa
Setahun sekali kita jumpa -
Tepuk Puasa 3
Tepuk puasa
Prok prok prok
Puasa wajib bagi yang beriman
Prok prok prok
Di Surat Al Baqarah ayat 183
Prok prok prok
Puasa dijalankan untuk Allah semata -
Tepuk Puasa 4
AdvertisementTepuk puasa
Tidak makan, tidak minum, tidak jajan
Jaga hati, jaga mulut, jaga mata
Quran terus dibaca sambil menunggu buka
Tarawih bangun sahur jangan lupa puasa -
Tepuk Puasa 5
Menjalankan dapat pahala, meninggalkan berdosa
Puasa wajib bagi kita semua
Puasa, puasa banyak pahalanya
Mari kita banyak sedekah
Bulan puasa, bulan istimewa
Setahun sekali kita jumpa -
Tepuk Puasa 6
Bulan puasa
Bulan istimewa
Prok prok prok
Mari kita
Sambut dengan gembira
Prok prok prok
Menjalankan dapat pahala
Meninggalkan berdosa
Puasa wajib bagi kita semua
Mengapa Tepuk Puasa Efektif untuk Anak Usia Dini?
Metode tepuk dan lagu, seperti Tepuk Puasa, bukan sekadar hiburan di kelas, melainkan pendekatan edukatif yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Secara psikologis, metode ini memiliki beberapa keunggulan:
1. Mengaktifkan Motorik dan Konsentrasi
Gerakan tepuk tangan merangsang koordinasi motorik halus dan kasar anak. Saat anak bergerak sambil mengucapkan lirik, otaknya bekerja lebih aktif karena melibatkan aspek fisik dan verbal secara bersamaan. Kombinasi ini membantu anak lebih fokus dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan.
2. Memanfaatkan Prinsip Pengulangan
Lirik Tepuk Puasa cenderung pendek dan berulang. Pengulangan merupakan salah satu metode paling efektif dalam pembelajaran anak usia dini karena memperkuat ingatan jangka panjang. Anak lebih mudah mengingat pesan seperti “tidak makan, tidak minum, tidak marah” karena diulang dalam irama yang sama.
3. Belajar Melalui Emosi Positif
Anak usia dini lebih cepat memahami pesan ketika suasana belajar terasa menyenangkan. Tepuk Puasa menciptakan pengalaman belajar yang ceria, sehingga nilai-nilai puasa diasosiasikan dengan perasaan positif, bukan tekanan. Hal ini penting untuk membangun sikap yang baik terhadap ibadah sejak dini.
4. Menguatkan Interaksi Sosial
Kegiatan tepuk biasanya dilakukan bersama-sama di kelas atau di rumah. Interaksi kolektif ini membantu anak belajar kerja sama, mengikuti instruksi, dan merasakan kebersamaan dalam menyambut Ramadhan, memperkuat ikatan sosial mereka.
5. Menyederhanakan Konsep Abstrak
Puasa adalah konsep yang cukup abstrak bagi anak usia dini. Melalui lirik sederhana seperti “dari subuh sampai maghrib” atau “jaga hati, jaga mulut”, konsep tersebut diterjemahkan menjadi kalimat konkret yang mudah dipahami. Metode ini membuat nilai agama lebih dekat dengan dunia anak.
