PT Pertamina Gas (Pertagas) resmi merampungkan proyek restaging Kompresor Cilamaya di Jawa Barat sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan gas bumi. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi penopang utama kebutuhan energi bagi sektor industri dan kelistrikan guna mendukung aktivitas perekonomian nasional secara berkelanjutan.
Penguatan Infrastruktur dan Keandalan Operasional
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, meresmikan langsung fasilitas tersebut pada Jumat (20/2/2026). Proyek ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat keandalan operasional infrastruktur transmisi gas bumi, khususnya untuk wilayah Jawa bagian Barat yang memiliki konsumsi energi tinggi.
“Proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional, tetapi juga memperkuat integritas aset dan ketahanan sistem transmisi gas bumi,” ujar Indra P. Sembiring dalam keterangan pers resminya di Cilamaya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur yang andal akan memastikan kesinambungan pasokan energi yang menjadi kebutuhan vital bagi berbagai sektor strategis.
Sinergi Subholding dan Target Konstruksi
Penyelesaian proyek ini juga menandai sinergi kuat di internal Pertamina, yakni antara Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas dengan Pertamina EP dari Subholding Upstream. Kolaborasi ini memastikan kesiapan infrastruktur midstream energi nasional dalam menghadapi kebutuhan pasar di masa depan.
Pekerjaan konstruksi proyek restaging ini tercatat berlangsung cukup progresif dengan rincian sebagai berikut:
- Awal Konstruksi: Akhir Agustus 2025.
- Durasi Pengerjaan: Kurang dari enam bulan.
- Tahap Commissioning: Januari 2026.
- Status Operasional: Siap beroperasi penuh sejak Februari 2026.
Standar Keselamatan dan Dampak Operasional
Dalam pelaksanaannya, Pertagas menekankan kepatuhan terhadap standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Indra menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama mulai dari tahap perencanaan hingga fasilitas siap digunakan.
Secara teknis, fasilitas Kompresor Cilamaya kini memiliki kemampuan lebih baik dalam mendukung operasi jaringan pipa gas bumi sesuai kebutuhan hulu. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan fleksibilitas operasional serta stabilitas tekanan sistem dalam penyaluran gas kepada pelanggan akhir.
Sebagai operator infrastruktur transmisi gas bumi, Pertagas memegang peranan sebagai midstream backbone nasional. Melalui penguatan jaringan di Cilamaya, perusahaan berkomitmen menjaga ketahanan energi jangka panjang melalui pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan.
Informasi mengenai penyelesaian proyek infrastruktur energi ini didasarkan pada pernyataan resmi PT Pertamina Gas yang dirilis pada 20 Februari 2026.
