Ruben Amorim Jelaskan Alasan Bungkam Pasca-Dipecat Manchester United, Ungkap Kompensasi Fantastis Rp235,5 Miliar
Ruben Amorim resmi mengakhiri kiprahnya sebagai pelatih Manchester United pada 5 Januari 2026, setelah 14 bulan menukangi tim utama. Keputusan manajemen klub ini diambil sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris 2025-2026.
Meski telah lebih dari sebulan berlalu, Amorim memilih untuk tetap bungkam terkait pemecatannya. Saat itu, Manchester United berada di peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris 2025-2026 dengan 32 poin dari 21 pertandingan.
Alasan Ruben Amorim Memilih Bungkam
Lebih dari satu bulan pasca-pemecatannya, Ruben Amorim belum mengeluarkan pernyataan terbuka mengenai masa kerjanya di Manchester United. Menurut sumber yang dibocorkan kepada Dailymail, pelatih asal Portugal itu sengaja menahan diri hingga musim kompetisi berakhir.
Keputusan tersebut diambil Amorim demi menjaga konsentrasi tim di sisa pertandingan. Langkah ini menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi klub, meskipun ia sudah tidak lagi menjabat. Ia disebut tidak ingin komentarnya menjadi distraksi bagi para pemain maupun staf pelatih di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris 2025-2026 dan kompetisi lain yang masih dijalani United.
Detail Kontrak dan Rekam Jejak Ruben Amorim di Manchester United
Laporan terpisah dari The Sun mengungkapkan bahwa Amorim sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebelum menerima surat pemecatan. Keputusan tersebut bahkan telah ia sampaikan kepada orang-orang terdekatnya.
Namun, setelah berdiskusi dengan agennya, Raul Costa, Amorim akhirnya memilih untuk bertahan. Saran tersebut berkaitan erat dengan klausul kompensasi kontrak; jika mengundurkan diri, Amorim tidak akan berhak menerima pesangon. Pada akhirnya, pihak klub yang memutuskan hubungan kerja dan membayarkan kompensasi senilai 12 juta pounds, atau setara dengan sekitar Rp 235,5 miliar.
Selama 14 bulan mendampingi Manchester United, Ruben Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua ajang. Ia mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan persentase kemenangan sebesar 38,10 persen.
Dalam urusan prestasi, Amorim tidak berhasil mempersembahkan trofi untuk Setan Merah. Capaian terbaiknya adalah membawa Manchester United menjadi runner-up Liga Europa pada musim 2024-2025.
Informasi lengkap mengenai pemecatan dan situasi kontrak Ruben Amorim disampaikan melalui laporan media massa terkemuka seperti Dailymail dan The Sun yang dirilis pasca-kejadian.