Finansial

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah: Mata Uang Garuda di Level Rp 16.894 dan Indeks Turun ke 8.274

Advertisement

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026). Mata uang Garuda di pasar spot terdepresiasi 10 poin atau 0,06 persen ke level Rp 16.894 per dollar Amerika Serikat (AS), sementara IHSG terkoreksi 0,43 persen ke posisi 8.274,081.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dollar AS yang cukup signifikan. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok posisi rupiah di angka Rp 16.925 per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dollar AS didorong oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut mencakup sektor perumahan, aktivitas manufaktur, hingga penjualan barang tahan lama.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS yang menguat cukup besar setelah data-data ekonomi seperti perumahan, manufaktur dan penjualan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman.

Sentimen Global dan Domestik

Sentimen negatif bagi rupiah juga diperkuat oleh risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menegaskan sikap hawkish Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS memberikan sinyal kehati-hatian dalam memangkas suku bunga demi menjaga stabilitas inflasi.

Dari sisi domestik, para pelaku pasar cenderung bersikap wait and see. Fokus investor tertuju pada hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis sore.

Advertisement

Kinerja IHSG dan Data Perdagangan

IHSG mencatatkan penurunan sebesar 36,146 poin pada penutupan hari ini. Meski sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.376,199 pada sesi awal, tekanan jual yang meningkat di paruh kedua perdagangan menyeret indeks ke zona merah.

Berikut adalah rincian data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 19 Februari 2026:

  • Total transaksi: 53,303 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp 26,239 triliun
  • Frekuensi perdagangan: 3.334.496 kali
  • Saham melemah: 366 saham
  • Saham menguat: 326 saham
  • Saham stagnan: 127 saham

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan tercatat sebesar Rp 14.998,295 triliun. Informasi pergerakan pasar ini merujuk pada data perdagangan Bloomberg dan Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada Kamis (19/2/2026).

Advertisement