Serhat Pekmeczi, mentor Arda Guler, mengungkapkan klaim mengejutkan mengenai situasi internal di Real Madrid. Ia menyebut gelandang muda asal Turki tersebut menjadi korban perundungan atau mobbing yang dilakukan oleh sejumlah rekan setimnya di Santiago Bernabeu.
Dugaan Perundungan di Ruang Ganti
Pekmeczi, sosok yang berperan penting dalam karier awal Guler, menyatakan bahwa intimidasi tersebut berasal dari kelompok pemain tertentu. Menurutnya, para pemain tersebut memiliki ego tinggi dan sulit menerima kehadiran Guler di dalam skuad utama.
“Meskipun Real Madrid adalah klub besar, Arda Guler menderita intimidasi. Perundungan berasal dari para pemain. Ada sekelompok pemain di sana yang tak bisa menerima Arda; sayangnya mereka adalah pemain dengan ego yang sangat tinggi,” ujar Pekmeczi sebagaimana dikutip dari Marca.
Dampak Terhadap Stabilitas Tim
Situasi ini disebut mulai memengaruhi mentalitas Guler. Meski dikenal sabar, pemain berusia 20 tahun itu dilaporkan mulai mempertanyakan perlakuan yang ia terima. Pekmeczi mengklaim bahwa suasana toksik ini pula yang menjadi alasan Xabi Alonso meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid.
Lebih lanjut, ia menilai kondisi ruang ganti yang tidak kondusif menjadi penghalang bagi pelatih ternama lainnya, seperti Juergen Klopp, untuk merapat ke klub raksasa Spanyol tersebut.
Performa Arda Guler Musim Ini
Terlepas dari isu internal tersebut, Arda Guler tetap menunjukkan kontribusi signifikan di lapangan sejak menjadi langganan starter di bawah arahan Xabi Alonso pada musim panas 2025. Berikut adalah catatan statistik Guler sepanjang musim ini:
- Total Penampilan: 35 laga
- Gol: 3
- Assist: 12
Informasi mengenai dugaan perundungan ini pertama kali mencuat melalui pernyataan Serhat Pekmeczi dalam wawancara yang dipublikasikan oleh media Spanyol, Marca, pada Februari 2026.
