Super League 2025-2026: Gol Persijap Dianulir Wasit, Arema FC Amankan Kemenangan Tipis 1-0
Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit Aidil Azmi yang memimpin laga timnya melawan Arema FC. Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026) itu diwarnai kontroversi setelah wasit menganulir gol Persijap yang dicetak oleh Carlos Franca.
Kontroversi Gol Dianulir Wasit Aidil Azmi
Gol Carlos Franca yang terjadi pada menit ke-58 dibatalkan oleh wasit Aidil Azmi. Keputusan ini diambil karena pemain yang memberikan umpan, Iker Guarrotxena, dianggap berada dalam posisi offside sebelum memberikan assist.
Divaldo Alves menegaskan bahwa gol tersebut seharusnya sah. “Itu gol tadi tidak offside, saya tidak bisa berkomentar lagi. Dia (wasit) memberikan gol tapi tiba-tiba tidak gol, saya tidak paham lagi,” ungkap Divaldo, dilansir dari Antara.
Dampak Keputusan dan Kekecewaan Pelatih Persijap
Akibat keputusan tersebut, Persijap yang telah tertinggal 1-0 sejak menit ke-36 gagal menyamakan kedudukan. Arema FC pun berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan, mengamankan kemenangan tipis.
Divaldo juga menyoroti beberapa keputusan wasit lain yang dianggapnya menghambat momen timnya membangun serangan. Wasit dinilai beberapa kali menghentikan permainan, menilai para pemain Persijap melakukan pelanggaran terhadap pemain Arema FC.
Pelatih asal Portugal itu berpendapat bahwa laga melawan Arema FC seharusnya bisa berakhir imbang, dengan skor 0-0 atau 1-1. “Kalau dari tim, baik Arema FC maupun Persijap Jepara bermain sangat sportif dan sama-sama mampu tampil bagus,” ucapnya menjelaskan.
Evaluasi dan Posisi Persijap di Klasemen
Sementara itu, pemain Persijap, Wahyudi Hamisi, mengatakan bahwa kekalahan ini menyisakan pelajaran penting bagi tim. Persijap akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk persiapan menghadapi Madura United di laga kandang selanjutnya.
Kekalahan di Malang membuat posisi Persijap semakin terpuruk di zona degradasi. Kini mereka berada di urutan 17 klasemen Super League 2025-2026 dengan total 12 poin, hasil dari tiga kemenangan, tiga skor imbang, dan 12 kekalahan. “Kami harus belajar lagi dari ini untuk pertandingan berikutnya dan mempersiapkan tim menghadapi Madura United,” tutup Wahyudi.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi pelatih dan pemain Persijap Jepara setelah pertandingan pada Senin, 2 Februari 2026.