Tencent Cloud Pastikan Keamanan Data Komprehensif untuk Sektor Fintech dan Infrastruktur Pusat Data di Indonesia, Ungkap Peran AI Coding
Tencent Cloud, penyedia layanan komputasi awan terkemuka, menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan data di berbagai sektor industri di era digitalisasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Jimmy Chen, Vice President of APAC Tencent Cloud International, dalam wawancara eksklusif bersama detikINET pada Kamis, 22 Januari 2026. Fokus utama perusahaan adalah memperkuat infrastruktur dan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Keamanan Data Komprehensif Tencent Cloud
Jimmy Chen menjelaskan bahwa Tencent Cloud memiliki pengalaman luas dalam menjaga keamanan platform finansial digital. Salah satu buktinya adalah perlindungan terhadap platform Fintech raksasa seperti WeChat dan WeChat Pay di Tiongkok. Pada tahun 2025, pengguna WeChat Pay telah mencapai angka 935 juta, terintegrasi dengan lebih dari 1,4 miliar akun WeChat aktif.
Di Indonesia, Tencent Cloud telah membangun infrastruktur yang solid dengan mendirikan tiga pusat data. Perusahaan juga aktif melakukan penelitian keamanan secara global, regional, dan domestik untuk memastikan perlindungan data yang optimal. Jimmy Chen menambahkan bahwa Tencent Cloud bekerja sama erat dengan regulator setempat guna menyelaraskan semua teknologi dengan kebutuhan dan regulasi lokal.
Proyeksi Kebutuhan Digitalisasi Masa Depan
Jimmy Chen memproyeksikan bahwa dalam satu hingga dua tahun mendatang, semua sektor seperti fintech, retail, dan internet akan memiliki kebutuhan digitalisasi yang sangat besar melalui layanan komputasi awan. Dalam jangka panjang, ia meyakini bahwa setiap industri dan bisnis akan memerlukan tingkat digitalisasi yang lebih tinggi. Ini mencakup teknologi infrastruktur, komputasi, dan utilitas ekonomi secara keseluruhan.
Inovasi AI Coding dan Efisiensi Produktivitas
Tencent Cloud kini menaruh perhatian besar pada pengembangan AI coding, seiring dengan antusiasme konsumen terhadap alat tersebut. Jimmy Chen mengungkapkan bahwa alat AI Coding mereka sangat membantu dan mudah digunakan, bahkan memungkinkan individu non-IT untuk menciptakan program dan aplikasi yang memahami kebutuhan bisnis. Perusahaan ini selalu berfokus pada pengalaman pengguna, membangun produk dengan efisiensi tinggi untuk meningkatkan daya saing.
AI coding merupakan contoh tipikal dari kasus penggunaan baru yang mengalami peningkatan pesat, baik secara komersial maupun teknologi. Tencent sendiri telah mengadopsi AI coding untuk menghasilkan program kode secara internal. Tahun lalu, sekitar 30% hingga 60% dari total kode Tencent telah dihasilkan oleh AI, menunjukkan peningkatan produktivitas dan efisiensi serta nilai ekonomi dari penggunaan AI.
Tencent secara agresif mengembangkan teknologi AI coding yang didukung oleh model bahasa besar (Large Language Model) mereka sendiri, Tencent Hunyuan. Alat utama mereka, Tencent Cloud CodeBuddy, kini digunakan secara luas di internal Tencent dan telah tersedia untuk publik.
Cuplikan terbaru dan informasi detail mengenai layanan Tencent Cloud, termasuk solusi keamanan dan inovasi AI, dapat diakses melalui kanal resmi Tencent Cloud International.