Edukasi

Ulas Biografi Ki Hadjar Dewantara, Simak Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 122

Advertisement

Materi teks biografi dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X kini memasuki pembahasan mendalam pada halaman 122. Fokus utama pembelajaran ini adalah menganalisis kontribusi serta nilai keteladanan Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh pendidikan nasional.

Melalui tugas ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami fakta sejarah, tetapi juga mampu menafsirkan makna di balik keputusan besar sang tokoh. Kunci jawaban ini hadir sebagai referensi bagi siswa dalam mencocokkan hasil diskusi kelompok maupun pekerjaan mandiri.

Analisis Perjuangan dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Dalam teks tersebut, dijelaskan bahwa keputusan Ki Hadjar Dewantara menanggalkan gelar kebangsawanan bertujuan untuk menghapus jarak sosial dengan rakyat. Hal ini memungkinkan beliau memahami penderitaan dan kebutuhan masyarakat secara batin sekaligus berinteraksi langsung secara fisik.

Selain itu, rekam jejak beliau sebagai penulis andal dibuktikan melalui kiprahnya di berbagai surat kabar seperti Sedyotomo, Midden Java, dan De Express. Artikelnya yang paling fenomenal, “Als Ik Een Nederlander Was”, dinilai sangat komunikatif dan tajam dalam membangkitkan semangat anti-kolonialisme di tanah air.

Filosofi Pendidikan dan Peran Taman Siswa

Pendirian Perguruan Nasional Taman Siswa menjadi titik balik penting bagi kaum pribumi yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan formal. Lembaga ini tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa kebangsaan dan karakter merdeka.

Advertisement

Siswa juga diajak mendalami tiga pilar kepemimpinan yang dicetuskan beliau melalui pertanyaan analitis, yaitu:

  • Ing Ngarsa Sung Tulada: Di depan memberi contoh yang baik.
  • Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun kemauan atau semangat.
  • Tut Wuri Handayani: Di belakang memberi dorongan dan motivasi.

Evaluasi Kritis Terhadap Teks Biografi

Materi pada halaman 122 ini juga mendorong siswa untuk bersikap kritis terhadap kualitas bacaan. Beberapa poin evaluasi yang muncul mencakup kelebihan teks yang tersusun runtut, namun masih memiliki kekurangan pada sisi kedalaman emosional dan kehidupan pribadi tokoh.

Siswa disarankan untuk memperkaya pemahaman dengan mencari informasi tambahan mengenai tantangan internal dalam mengembangkan Taman Siswa. Hal ini penting agar sosok Bapak Pendidikan Nasional dapat dipahami secara utuh dan tetap relevan dengan dinamika pendidikan masa kini.

Advertisement