Wabah Virus Nipah di Benggala Barat: Lima Petugas Kesehatan Terinfeksi, India Uji Kelelawar di Kebun Binatang
Otoritas kesehatan di Benggala Barat, India, bergerak cepat menelusuri sumber penularan virus Nipah yang mematikan. Langkah ini diambil setelah lima petugas kesehatan terkonfirmasi positif di negara bagian tersebut, mendorong pengujian massal terhadap kelelawar, termasuk di Kebun Binatang Alipore, Kolkata.
Pengujian dilakukan dengan metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) terhadap kelelawar yang berada di berbagai wilayah Benggala Barat. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah untuk mengidentifikasi dan mengendalikan penyebaran virus.
Lima Petugas Kesehatan Terinfeksi Virus Nipah
Virus Nipah terkonfirmasi menginfeksi sedikitnya lima petugas kesehatan di Benggala Barat pada awal Januari 2026. Kasus ini memicu kewaspadaan tinggi tidak hanya di India, tetapi juga di sejumlah negara Asia lainnya.
Dua kasus pertama ditemukan pada seorang pria dan seorang perempuan yang bekerja sebagai staf perawat di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, Distrik North 24 Parganas, sekitar 24 kilometer dari Kolkata. Tiga kasus tambahan kemudian teridentifikasi pada seorang dokter, seorang perawat, dan seorang petugas kesehatan di Distrik Purba Bardhaman, sekitar 100 kilometer dari Kolkata.
Pengujian Kelelawar di Kebun Binatang Alipore dan Wilayah Lain
Tim peneliti medis telah mengumpulkan sampel darah dan usap dari kelelawar di Kebun Binatang Alipore selama dua hari pada pekan lalu. Kebun Binatang Alipore menjadi lokasi pengambilan sampel karena merupakan satu-satunya fasilitas di Kolkata yang menampung kelelawar dalam penangkaran.
Direktur Kebun Binatang Alipore, Tripti Sah, memastikan seluruh proses pengambilan sampel dilakukan sesuai protokol keselamatan yang berlaku. “Tim mengumpulkan sampel usap dari kelelawar dan mengikuti semua prosedur keselamatan selama proses tersebut,” ujar Sah, dikutip dari The Independent pada Selasa (27/1/2026).
Pengujian ini diawasi secara bersama oleh Institut Virologi Nasional India dan Dewan Riset Medis India, di bawah koordinasi Departemen Kesehatan Negara Bagian Benggala Barat. Departemen Kehutanan turut memberikan dukungan logistik dalam proses pengambilan dan pengujian sampel.
Kepala penjaga satwa liar Benggala Barat, Sandeep Sundriyal, menegaskan bahwa seluruh izin telah dipenuhi sebelum penangkapan dan pengambilan sampel kelelawar dilakukan. “Penangkapan kelelawar memerlukan izin terlebih dahulu dari Departemen Kehutanan. Departemen Kesehatan telah meminta persetujuan, dan izin tersebut sudah kami berikan,” kata Sundriyal.
Ia menambahkan, tim ahli mendatangi sejumlah lokasi habitat kelelawar di berbagai wilayah negara bagian, termasuk Kebun Binatang Alipore, Madhyamgram, Barasat, Basirhat, dan sejumlah lokasi lain di Kolkata, dengan prosedur yang sama.
Karakteristik Virus Nipah dan Respons Internasional
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang diketahui dibawa oleh kelelawar buah dan termasuk penyakit yang wajib dilaporkan di India. Hingga saat ini, virus Nipah belum memiliki vaksin maupun obat khusus dan diklasifikasikan sebagai patogen berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Meski pengujian terus dilakukan, para pejabat menegaskan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik. Mereka memastikan langkah-langkah pencegahan telah diterapkan, termasuk di kawasan Kebun Binatang Alipore, yang didirikan pada 1875 dan setiap tahun dikunjungi jutaan orang.
Wabah virus Nipah di India mendorong sejumlah negara Asia meningkatkan kewaspadaan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan. Di Thailand, Kementerian Kesehatan Masyarakat memperketat pemeriksaan di bandara-bandara utama terhadap penumpang yang datang dari Benggala Barat dengan metode yang pernah digunakan selama pandemi Covid-19.
Pemerintah Nepal juga meningkatkan kewaspadaan dengan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, serta di perbatasan darat utama dengan India. Sementara itu, otoritas kesehatan Taiwan berencana memasukkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit wajib lapor Kategori 5, yakni klasifikasi tertinggi untuk penyakit menular baru yang serius berdasarkan hukum setempat.
Informasi mengenai perkembangan kasus virus Nipah dan langkah-langkah penanganan ini disampaikan melalui berbagai laporan media dan pernyataan resmi otoritas kesehatan India.