Edukasi

Wamen Stella Christie Ungkap Bahaya AI Bagi Otak Berdasarkan Riset MIT: Kualitas Esai Menurun

Advertisement

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Prof. Stella Christie, memberikan peringatan kepada para mahasiswa mengenai tren penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan akademik. Ia menyoroti hasil riset Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menunjukkan bahwa ketergantungan pada teknologi ini dapat mengikis kemampuan kognitif seseorang.

Filosofi Belajar dan Pengembangan Diri

Dalam unggahan melalui akun Instagram @gik.ugm yang dikutip pada Kamis (12/2/2026), Stella menekankan bahwa esensi dari mengerjakan tugas kuliah bukan sekadar menyelesaikannya, melainkan proses pengembangan diri. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan untuk menggunakan bantuan teknologi berada di tangan individu masing-masing.

“Tipsnya cuma satu. Segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri supaya kita tambah hebat, tambah bisa, dan tambah pintar,” ujar guru besar di bidang ilmu kognitif tersebut. Menurutnya, sains telah memberikan peringatan nyata mengenai dampak penggunaan AI terhadap kualitas berpikir.

Riset MIT Mengenai Akumulasi Utang Kognitif

Stella merujuk pada studi berjudul “Your Brain on ChatGPT: Accumulation of Cognitive Debt when Using an AI Assistant for Essay Writing Task” yang diterbitkan MIT Lab pada 10 Juni 2025. Riset ini membandingkan tiga kelompok subjek yang diminta menulis esai selama tiga bulan dengan metode berbeda:

  • Kelompok AI: Menggunakan Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT.
  • Kelompok Search Engine: Menggunakan mesin pencari seperti Google.
  • Kelompok Brain-only: Hanya mengandalkan pemikiran sendiri tanpa bantuan eksternal.

Para peneliti memantau aktivitas kognitif peserta menggunakan alat Electroencephalography (EEG) untuk menilai kualitas esai dan proses berpikir mereka secara mendalam.

Advertisement

Temuan Penurunan Kualitas dan Homogenitas Ide

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang hanya mengandalkan kemampuan otak sendiri mencatat performa terbaik. Sebaliknya, kelompok yang menggunakan AI justru mencatat hasil paling rendah secara kualitas. Stella menegaskan bahwa penggunaan LLM cenderung membuat kualitas karya tulis menjadi lebih buruk.

“Science mengatakan yang menggunakan LLM (AI) bahkan kualitasnya jadi lebih buruk. Itu saja,” tegas Stella. Analisis terhadap esai kelompok AI juga menunjukkan adanya homogenitas ide dibandingkan kelompok yang memproses informasi secara mandiri. Selain itu, pengguna AI cenderung mengalami kesulitan saat diminta mengutip langsung esai yang mereka tulis sendiri.

Informasi lengkap mengenai peringatan risiko penggunaan AI ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wamendikti Saintek Stella Christie yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement