Klub sepak bola Bundesliga, Werder Bremen, secara resmi membatalkan rencana tur musim panas mereka ke Amerika Serikat (AS) yang sedianya akan berlangsung pada Mei mendatang. Pembatalan ini dipicu oleh insiden penembakan dua orang oleh otoritas negara bagian di Minnesota, salah satu lokasi yang direncanakan untuk kunjungan klub.
Alasan Pembatalan Tur Werder Bremen
Juru bicara Werder Bremen menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena nilai-nilai klub tidak sejalan dengan situasi di AS. “Bermain di kota yang dilanda kerusuhan dan orang-orang ditembak tidak sesuai dengan nilai-nilai kami. Itu tidak akan terjadi dengan kami,” tegas juru bicara klub dalam pernyataan resminya.
Selain insiden penembakan, klub juga menyoroti persyaratan masuk AS yang semakin ketat. “Saat ini tidak diketahui pemain mana yang masih dapat masuk ke AS karena persyaratan masuk yang diperketat, yang antara lain menuntut pemeriksaan profil media sosial lima tahun terakhir,” tambah pernyataan Werder Bremen.
Gerilya ICE dan Kebijakan Imigrasi AS
Pembatalan tur ini juga berkaitan erat dengan aktivitas agresif Immigration Customs Enforcement (ICE) atau polisi imigran AS. ICE terus bergerilya mengejar imigran yang dianggap ilegal, bahkan agen ICE tidak segan menembak mati para imigran di tempat.
Menurut laporan BBC, Minnesota menjadi salah satu lokasi utama sasaran agen ICE, meskipun jumlah imigran di sana kurang dari 1 persen dari total 14 juta pendatang ilegal di AS. ICE, yang berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, meningkatkan aktivitasnya seiring dengan sikap Presiden Donald Trump yang menentang keras keberadaan imigran di AS.
Amerika Serikat kini menerapkan protokol ketat bagi pendatang yang ingin masuk ke negaranya. Beberapa negara bahkan masuk daftar hitam, yang mempersulit pendatang dari negara-negara tersebut untuk memasuki AS.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Werder Bremen dan laporan media yang dirilis pada Sabtu, 21 Februari 2026.
