Teknologi

Amartha Tembus Rp37 Triliun Pembiayaan Kumulatif, Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa Jelang 2026

Sektor teknologi finansial (fintech) diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026. Dalam upaya mendukung visi tersebut, Amartha, platform fintech terkemuka, secara agresif menggenjot penyaluran pembiayaan triliunan rupiah kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perdesaan.

Peran Strategis Fintech dalam Inklusi Keuangan

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa layanan keuangan digital, termasuk permodalan, investasi mikro, dan pembayaran digital, berkontribusi signifikan sebesar 80,5% terhadap tingkat inklusi keuangan nasional. Angka ini menggarisbawahi posisi strategis fintech dalam menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum terlayani oleh sistem keuangan formal.

“Di tahun 2025, Amartha semakin memperkuat posisinya sebagai fintech penyedia layanan keuangan yang lengkap bagi UMKM dan masyarakat perdesaan,” ujar Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, di Jakarta pada Jumat (23/1/2026).

Amartha Tembus Puluhan Triliun Pembiayaan untuk UMKM Desa

Sepanjang tahun lalu, Amartha mencetak penyaluran modal kerja sebesar Rp13,2 triliun kepada UMKM di berbagai desa. Secara kumulatif sejak tahun 2010, total pembiayaan yang telah disalurkan Amartha mencapai lebih dari Rp37 triliun. Angka fantastis ini berhasil menjangkau lebih dari 3,7 juta UMKM yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di seluruh Indonesia.

Andi Taufan Garuda Putra menegaskan bahwa pengembangan produk dan layanan Amartha didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan UMKM desa. “Produk kami didesain atas dasar pemahaman mendalam tentang kebutuhan, masalah, dan solusi yang diharapkan oleh UMKM akar rumput,” ungkapnya.

Inovasi Layanan Keuangan Digital Terintegrasi

Amartha kini menghadirkan layanan keuangan digital terintegrasi melalui aplikasi AmarthaFin. Aplikasi ini mencakup berbagai fitur, mulai dari pembiayaan modal kerja, investasi mikro, hingga layanan pembayaran digital. Selain itu, perusahaan juga tengah membangun jaringan AmarthaLink untuk memperluas akses layanan keuangan di wilayah perdesaan.

Menurut Andi, pengembangan layanan tersebut juga diiringi dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. “Perkembangan ini diiringi dengan semakin kuatnya tata kelola dan mitigasi risiko,” ucap dia.

Komitmen Amartha Dorong Ekonomi Inklusif di 2026

Memasuki tahun 2026, Amartha menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada segmen UMKM akar rumput. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Amartha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

“Amartha hadir untuk mendukung UMKM terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja di daerah, membentuk komunitas akar rumput yang tangguh, dan memperbaiki kualitas hidup jutaan keluarga di desa,” pungkas Andi. Ia menambahkan, Amartha akan terus memperkuat ekosistem layanan keuangan terintegrasi bagi UMKM perdesaan guna memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan capaian Amartha dalam mendukung UMKM perdesaan dapat diakses melalui situs web resmi Amartha dan laporan tahunan perusahaan.