Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan respons positif terhadap hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 72,8 persen. Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, menyatakan apresiasinya atas capaian tersebut sekaligus mengajak publik untuk terus mengawal implementasi program di lapangan.
Respons Badan Gizi Nasional Terhadap Hasil Survei
Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan terima kasih kepada para siswa yang menjadi sasaran utama program ini dan berharap dukungan masyarakat tetap mengalir untuk perbaikan berkelanjutan.
“Tentu ini adalah kesuksesan Presiden Prabowo Subianto, kami ini hanya menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah,” ujar Lodewyk pada Rabu (11/2/2026).
Lodewyk juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, masukan dari publik sangat dibutuhkan agar BGN dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan meminimalisir kendala teknis di lapangan, termasuk pengawasan langsung di setiap satuan pendidikan.
Rincian Tingkat Kepuasan Publik
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan bahwa mayoritas responden merasa cukup puas dengan pelaksanaan program MBG. Namun, ia mencatat bahwa angka ini bersifat dinamis dan sangat bergantung pada kemampuan BGN dalam menangani isu-isu negatif, termasuk kualitas makanan dan potensi risiko kesehatan.
| Kategori Kepuasan | Persentase |
|---|---|
| Sangat Puas | 12,2% |
| Cukup Puas | 60,6% |
| Kurang Puas | 19,9% |
| Tidak Puas Sama Sekali | 4,5% |
| Tidak Tahu/Tidak Jawab | 2,8% |
Demografi Responden dan Metodologi Penelitian
Berdasarkan data demografis, kelompok Gen Z menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi mencapai 80,7 persen. Sementara itu, responden dengan latar belakang pendidikan tinggi mencatatkan tingkat kepuasan sebesar 62 persen, angka yang relatif lebih rendah dibandingkan responden berpendidikan sekolah dasar.
Survei ini dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah simple random sampling melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Informasi mengenai tingkat kepuasan publik ini disampaikan berdasarkan rilis resmi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dipaparkan dalam konferensi pers daring pada Februari 2026.
