Finansial

Bahlil Lahadalia Targetkan Indonesia Bebas Impor Solar di 2026 Lewat Optimalisasi Sumur Tua

Advertisement

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana intervensi teknologi pada sumur minyak tua sebagai langkah strategis mencapai swasembada energi nasional. Kebijakan ini diambil guna mengatasi kendala produksi minyak dan gas (migas) yang belum maksimal akibat banyaknya sumur yang tidak aktif.

Optimalisasi Sumur Minyak Idle

Bahlil mengungkapkan bahwa dari total sekitar 39.000 hingga 40.000 sumur minyak di Indonesia, saat ini hanya 17.000 sampai 18.000 sumur yang beroperasi. Kondisi ini menjadi hambatan utama dalam pencapaian target lifting migas nasional.

“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Selebihnya idle wells karena sudah tua, nah ini kita kerja samakan,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya pada Kamis (19/2/2026).

Strategi Percepatan Eksplorasi dan Lelang Blok Migas

Selain modernisasi sumur tua, Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah terobosan untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri, di antaranya:

  • Mempercepat proses eksplorasi pada sumur-sumur yang masuk dalam plan of development (POD).
  • Menggelar lelang 110 blok migas baru.
  • Membangun kemitraan strategis antara pemerintah dan pengusaha swasta untuk investasi teknologi migas.

Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat eksekusi di lapangan agar ketergantungan terhadap impor dapat segera ditekan.

Advertisement

Target Penghentian Impor Solar pada 2026

Pemerintah juga fokus meningkatkan kapasitas pengolahan migas domestik melalui proyek strategis seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur. Kilang yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari lalu ini diproyeksikan mampu memproduksi 5 juta kilo liter bensin dan 3,9 juta kilo liter solar.

“Dengan program B40, di tahun 2026 tidak lagi kita melakukan impor solar. Ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” tegas Bahlil.

Informasi lengkap mengenai kebijakan swasembada energi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri ESDM yang dirilis pada 19 Februari 2026.

Advertisement