Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi QRIS Antarnegara di China dan Korea Selatan dapat dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas ekosistem pembayaran digital lintas batas bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
Status Implementasi di China dan Korea Selatan
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa proses pengimplementasian QRIS Antarnegara di kedua negara tersebut saat ini hampir rampung. Untuk wilayah China, tahap uji coba atau sandboxing dan piloting telah dinyatakan selesai pada akhir Januari 2026.
Sementara itu, proses serupa untuk Korea Selatan ditargetkan akan selesai pada akhir Februari ini. Setelah seluruh tahapan teknis tersebut terpenuhi, layanan pembayaran digital ini siap diluncurkan secara resmi untuk publik.
“Terkait dengan QRIS Antarnegara Indonesia-China dan Indonesia-Korea, ini kami akan implementasikan akhir Maret atau awal April,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (19/2/2026).
Kemudahan Transaksi Tanpa Tukar Uang Tunai
Kehadiran QRIS Antarnegara memungkinkan masyarakat untuk bertransaksi di luar negeri hanya dengan memindai kode QR lokal negara mitra melalui aplikasi pembayaran digital Indonesia. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk menukar uang tunai atau menghitung nilai kurs secara manual.
Sistem ini juga berlaku secara timbal balik. Wisatawan dari negara mitra dapat dengan mudah melakukan transaksi di berbagai merchant berlogo QRIS di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
Dampak Positif bagi UMKM dan Pariwisata
Selain memberikan kemudahan bagi pelancong, sistem pembayaran digital ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata. Produk-produk dalam negeri kini dapat dijangkau oleh wisatawan asing tanpa hambatan sistem pembayaran konvensional.
Hingga saat ini, QRIS Antarnegara telah aktif digunakan di empat negara, yaitu:
- Malaysia
- Thailand
- Singapura
- Jepang
Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi QRIS Antarnegara telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan capaian sekitar Rp 1,66 triliun hingga pertengahan tahun 2025. Informasi lengkap mengenai perluasan layanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Bank Indonesia pada konferensi pers RDG Februari 2026.
