Finansial

BCA Umumkan Rencana RUPST Maret 2026, David Formula Diusulkan Masuk Jajaran Direksi Perseroan

Advertisement

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan yang akan berlangsung di Menara BCA, Jakarta ini memiliki agenda utama perombakan jajaran pengurus serta penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Berdasarkan dokumen profil calon pengurus, mayoritas nama lama masih diusulkan untuk mengisi kursi dewan komisaris. Jahja Setiaatmadja dicalonkan sebagai presiden komisaris, didampingi Tonny Kusnadi sebagai komisaris. Untuk posisi komisaris independen, muncul nama Raden Pardede dan Sumantri Slamet.

Namun, terdapat perubahan dalam daftar usulan tersebut. Nama Cyrilus Harinowo yang saat ini menjabat sebagai komisaris independen tidak muncul dalam daftar calon yang akan diusulkan dalam RUPST 2026 mendatang.

Usulan Jajaran Direksi dan Nama Baru

Hendra Lembong kembali diusulkan sebagai calon tunggal presiden direktur. Posisi wakil presiden direktur diisi oleh Armand Wahyudi Hartono dan John Kosasih. Selain itu, sejumlah nama direktur yang saat ini menjabat kembali diusulkan, antara lain Subur Tan, Lianawaty Suwono, Santoso, Vera Eve Lim, Haryanto Tiara Budiman, Frengky Chandra Kusuma, Antonius Widodo Mulyono, dan Hendra Tanumihardja.

Menariknya, muncul nama David Formula sebagai calon direktur baru yang tidak berasal dari jajaran direksi saat ini. David merupakan Senior Executive Vice President Strategic Information Technology Group sejak 2022 dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang teknologi informasi dan transformasi digital. Di sisi lain, nama Rudy Susanto tidak muncul dalam daftar usulan direktur kali ini.

Advertisement

Agenda RUPST dan Pembagian Laba

RUPST 2026 akan membahas sekitar tujuh mata acara, termasuk penegasan berakhirnya masa jabatan serta pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Masa jabatan pengurus yang saat ini menjabat akan resmi berakhir pada saat ditutupnya RUPST tersebut.

Selain suksesi kepemimpinan, agenda yang menjadi perhatian utama para investor adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 2025. Keputusan ini akan menentukan besaran dividen atau alokasi dana cadangan perusahaan.

Informasi lengkap mengenai rencana penyelenggaraan RUPST ini disampaikan melalui dokumen profil calon pengurus dan keterbukaan informasi perseroan yang dirilis menjelang pelaksanaan rapat.

Advertisement