PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melaporkan pertumbuhan laba signifikan sebesar Rp 7,64 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini menandai kenaikan sebesar 126,82 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 3,36 triliun.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja penjualan bersih perusahaan. Hingga akhir 2025, emiten konsumsi ini membukukan penjualan senilai Rp 31,94 triliun, atau tumbuh 4,34 persen dari Rp 30,62 triliun pada periode tahun 2024.
Detail Kinerja Keuangan dan Operasional
Kenaikan pendapatan perseroan turut mendorong laba bruto menjadi Rp 14,99 triliun, meningkat dari posisi Rp 14,56 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, UNVR mencatatkan laba bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 21,8 persen secara tahunan.
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Benjie Yap, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari langkah transformasi yang dijalankan perusahaan secara konsisten. Momentum pemulihan dinilai terus menguat berkat disiplin eksekusi di berbagai lini bisnis.
“Kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Benjie dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/2/2026).
Analisis Profitabilitas dan Efisiensi
Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan margin laba bruto untuk operasi yang masih berjalan sebesar 46,9 persen. Angka ini mengalami sedikit pelemahan sebesar 60 basis poin akibat adanya biaya transformasi. Namun, manajemen menekankan bahwa tanpa memperhitungkan biaya tersebut, laba bruto sebenarnya mengalami peningkatan sebesar 46 basis poin.
Berikut adalah rincian indikator keuangan utama Unilever Indonesia sepanjang 2025:
- Laba Sebelum Pajak: Naik menjadi 14,1 persen (meningkat 183 basis poin).
- Margin Laba Sebelum Pajak (Tanpa Biaya Transformasi): Mencapai 16,3 persen.
- Free Cash Flow: Tercatat sebesar Rp 4,9 triliun, atau melonjak 1,7 kali lipat dibandingkan tahun lalu.
- Struktur Modal: Perusahaan berada dalam posisi tanpa utang (net zero debt).
Proyeksi Strategi Mendatang
Benjie Yap menegaskan bahwa meskipun lingkungan bisnis di masa depan tetap dinamis, kinerja tahun 2025 memperkuat keyakinan manajemen terhadap arah perusahaan. Fokus utama tetap pada pembangunan bisnis yang lebih kompetitif dan tangguh untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan.
Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan tahunan ini disampaikan melalui pernyataan resmi dan konferensi pers manajemen PT Unilever Indonesia Tbk yang dirilis pada 12 Februari 2026.
