Sepak Bola

Bernardo Tavares Soroti Kinerja Wasit dan VAR Usai Persebaya Ditahan Imbang Dewa United 1-1

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melayangkan kritik terbuka terhadap kinerja wasit Nendi Rohaendy usai timnya ditahan imbang Dewa United 1-1 dalam laga Super League 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Minggu, 1 Februari 2026, tersebut diwarnai keputusan kontroversial wasit dan VAR yang merugikan Bajul Ijo.

Kritik Terhadap Tambahan Waktu dan Pembiaran Buang Waktu

Bernardo Tavares secara spesifik menyoroti pemberian tambahan waktu di babak kedua yang dinilainya kurang ideal. Menurut pelatih asal Portugal itu, laga terlalu sering terhenti akibat aksi buang waktu yang dilakukan pemain Dewa United.

Situasi ini semakin parah setelah bek Dewa United, Nick Kuipers, diganjar kartu merah karena pelanggaran orang terakhir. Tim asuhan Jan Olde Riekerink tersebut kemudian memilih bermain lebih bertahan dengan blok tinggi untuk mengamankan hasil imbang.

“Saya pikir orang-orang perlu melihat ini dan saya sebagai pelatih juga harus memperbaiki hal-hal seperti ini bersama tim. Tapi saya juga pikir, tim wasit perlu memberikan tambahan waktu lebih banyak,” ujar Bernardo Tavares.

Ia menambahkan, “Tim lawan yang bermain dengan satu pemain lebih sedikit, benar-benar membuang banyak waktu dan wasit membiarkannya. Tapi ya sudahlah, ini sepak bola.”

Gol Persebaya Dianulir VAR, Tavares Enggan Berspekulasi

Persebaya sejatinya memiliki kesempatan emas untuk meraih kemenangan melalui gol Mihailo Perovic di menit-menit akhir. Gol tersebut berawal dari skema tendangan bebas Francisco Rivera yang disundul Risto Mitrevski dan diteruskan oleh Perovic.

Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR, dengan alasan Pedro Matos lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap pemain Dewa United. Menanggapi keputusan VAR, Tavares memilih bersikap hati-hati.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengaku belum melihat tayangan ulang insiden tersebut. Oleh karena itu, ia enggan berspekulasi mengenai keabsahan keputusan wasit yang menganulir gol penentu kemenangan timnya.

Kekecewaan dan Pengakuan Kualitas Lawan

Terlepas dari sorotan terhadap kinerja wasit, Tavares tidak menutupi kekecewaannya atas kegagalan Persebaya meraih kemenangan di kandang. Bermain dengan unggul jumlah pemain menjadi alasan kuat baginya untuk membidik tiga poin penuh.

“Saya tidak senang karena bermain di kandang dengan satu pemain lebih banyak, saya ingin menang,” tegas Tavares di hadapan 23.431 suporter yang memadati stadion.

Meski demikian, ia juga mengakui kualitas Dewa United yang dinilainya memiliki kedalaman skuad cukup baik. “Kami juga harus melihat kualitas tim lawan. Mereka punya banyak pilihan pemain di bangku cadangan dan juga pemain-pemain tim nasional Indonesia yang tidak dimainkan, seperti Egy Maulana Vikri,” tuturnya.

Hasil imbang ini menghentikan tren empat kemenangan beruntun Persebaya. Bajul Ijo kini menempati posisi ke-5 klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 32 poin.

“Kami hanya dapat satu poin dan kehilangan dua poin di kandang. Artinya kami harus bekerja lebih keras, apalagi akan menghadapi Bali United,” pungkas Tavares.

Selanjutnya, Persebaya akan menjalani laga tandang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar pada Sabtu, 7 Februari 2026. Informasi lengkap mengenai kritik Bernardo Tavares disampaikan melalui pernyataan resmi usai pertandingan.