BMKG Soroti Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir, Waspada Hingga 13 Februari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi terjadinya banjir rob atau banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga 13 Februari 2026, dipicu oleh fase perigee dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul.
Penyebab dan Dampak Potensi Banjir Rob
BMKG menjelaskan bahwa potensi banjir rob ini disebabkan oleh kombinasi fenomena astronomis. “Adanya fenomena Fase Perigee pada tanggal 30 Januari 2026 dan Bulan Purnama pada tanggal 2 Februari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” terang BMKG melalui laman resminya.
Fenomena pasang maksimum air laut ini secara umum dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Dampak yang mungkin terjadi meliputi gangguan pada aktivitas bongkar muat pelabuhan, aktivitas pemukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.
Daftar Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob
BMKG merinci sejumlah wilayah pesisir di Indonesia yang berpotensi mengalami banjir rob beserta periode kewaspadaannya. Informasi ini penting bagi masyarakat dan pihak terkait untuk melakukan mitigasi dini.
- Pesisir Sumatera Utara:
- Pesisir Medan Belawan: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Medan Labuhan: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Medan Marelan: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Riau:
- Pesisir Dumai: 2-3 Februari 2026
- Pesisir Bengkalis: 2-3 Februari 2026
- Pesisir Rokan Hilir: 2-3 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Meranti: 2-3 Februari 2026
- Pesisir Indragiri Hilir: 2-3 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Riau:
- Pesisir Batam: 1-6 Februari 2026
- Pesisir Dabo Singkep: 1-6 Februari 2026
- Pesisir Karimun: 1-6 Februari 2026
- Pesisir Bintan: 1-7 Februari 2026
- Pesisir Tanjung Pinang: 1-7 Februari 2026
- Pesisir Anambas: 1-4 Februari 2026
- Pesisir Sumatera Barat:
- Pesisir Kota Padang: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Padang Pariaman: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Agam: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Pasaman Barat: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Mentawai: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Banten:
- Perairan utara Tangerang (Kecamatan Teluk Naga dan Kosambi): 29 Januari-2 Februari 2026
- Selat Sunda barat Pandeglang (Kecamatan Labuan): 31 Januari-4 Februari 2026
- Perairan selatan Pandeglang (Kecamatan Cikeusik): 29 Januari-4 Februari 2026
- Perairan selatan Lebak (Kecamatan Bayah): 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Jakarta:
- Pesisir Kamal Muara: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Kapuk Muara: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Pluit: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Ancol: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Kamal: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Marunda: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Cilincing: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Tanjung Priok: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Kalibaru: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Muara Angke, Penjaringan: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir Jawa Barat:
- Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang: 29 Januari-3 Februari 2026
- Pesisir selatan Jawa Barat (Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran): 31 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Jawa Tengah:
- Pesisir Semarang: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Demak: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Kota Pekalongan: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Kabupaten Pekalongan: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Batang: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Kendal: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Jepara: 29 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Jawa Timur:
- Pesisir barat Surabaya (Tuban, Lamongan, dan Gresik): 1-4 Februari 2026
- Pelabuhan Surabaya: 30 Januari-2 Februari 2026
- Pesisir timur Surabaya: 1-2 Februari 2026
- Pesisir Bali:
- Pesisir selatan Bali (Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung): 1-4 Februari 2026
- Pesisir Nusa Tenggara Barat:
- Pesisir Lombok: 29 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Bima: 29 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Nusa Tenggara Timur:
- Pesisir utara Pulau Flores: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir selatan Pulau Flores: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir Pulau Sumba: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir Pulau Sabu-Raijua: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir Pulau Timor-Rote: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir Kalimantan Utara:
- Pesisir Tarakan: 1-5 Februari 2026
- Pesisir Nunukan-Sebatik: 31 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Kalimantan Selatan:
- Pesisir Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut: 30 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu: 31 Januari-6 Februari 2026
- Pesisir Kalimantan Tengah:
- Pesisir Kumai, Pantai Lunci, dan Kuala Jelai: 29 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Kuala Pembuang dan Sampit: 29 Januari-5 Februari 2026
- Pesisir Kalimantan Barat:
- Pesisir Kota Pontianak: 30 Januari-6 Februari 2026
- Pesisir Sungai Kapuas: 30 Januari-6 Februari 2026
- Pesisir Sulawesi Utara:
- Pesisir Kepulauan Talaud: 31 Januari-4 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Sangihe: 30 Januari-7 Februari 2026
- Pesisir Maluku:
- Pesisir Ambon: 1-11 Februari 2026
- Pesisir Maluku Tengah: 30 Januari-13 Februari 2026
- Pesisir Seram Bagian Timur: 30 Januari-13 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Kai: 30 Januari-13 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Aru: 30 Januari-13 Februari 2026
- Pesisir Kepulauan Tanimbar: 30 Januari-13 Februari 2026
- Pesisir Maluku Utara:
- Pesisir Morotai: 1-10 Februari 2026
- Pesisir Maluku Tengah: 1-10 Februari 2026
- Pesisir Batang Dua: 1-10 Februari 2026
- Pesisir Halmahera Timur: 1-10 Februari 2026
- Pesisir Gebe: 1-10 Februari 2026
- Pesisir Papua Selatan:
- Pesisir Kecamatan Merauke, Naukenjerai, dan Semangga: 2-6 Februari 2026
- Pesisir Kecamatan Okaba, Kimaam, Waan, Tabonji, Mappi, dan Agats: 2-6 Februari 2026
Informasi lengkap mengenai potensi banjir rob ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis pada laman resminya.