Berita

BMKG Ungkap Panduan Penting Hadapi Gempa Bumi Setelah Tiga Lindu Terjadi di Selatan Jawa Kemarin

Tiga gempa bumi mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Selasa, 27 Januari 2026, memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Peristiwa ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk kembali mengingatkan pentingnya panduan keselamatan diri saat terjadi lindu.

Detail Gempa Bumi di Selatan Jawa

Pada Selasa, 27 Januari 2026, tiga gempa bumi tercatat mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa dalam satu hari. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 terjadi di Pacitan.

Beberapa jam kemudian, gempa susulan dengan kekuatan M 4,5 dirasakan di kawasan Bantul pada siang hari. Peristiwa lindu berlanjut hingga sore hari, ketika gempa berkekuatan M 4,2 kembali mengguncang dan dirasakan oleh masyarakat di kawasan Cilacap. Rangkaian gempa ini memicu kewaspadaan publik terhadap potensi bencana.

Langkah Penyelamatan Diri Saat Gempa Bumi

Menyikapi serangkaian gempa yang terjadi, BMKG kembali merilis panduan resmi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi gempa bumi. Kesiapsiagaan ini krusial mengingat gempa dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Saat Berada di Dalam Ruangan

Prioritas utama saat gempa terjadi di dalam ruangan adalah melindungi diri dari reruntuhan. Masyarakat diimbau untuk segera mencari perlindungan di bawah meja atau tempat lain yang kokoh untuk melindungi kepala dan badan.

Apabila memungkinkan dan aman, segera berlari keluar ruangan menuju area terbuka. Hindari kepanikan dan tetap fokus mencari jalur evakuasi terdekat.

Saat Berada di Area Terbuka

Bagi mereka yang berada di luar bangunan saat gempa, langkah pertama adalah menjauhi struktur tinggi seperti gedung, tiang listrik, dan pohon yang berpotensi roboh. Pastikan juga untuk memperhatikan pijakan dan menghindari area yang menunjukkan rekahan tanah.

Saat Mengendarai Mobil

Pengendara mobil diinstruksikan untuk segera menghentikan kendaraan, keluar, dan menjauh dari mobil. Hal ini untuk menghindari risiko pergeseran kendaraan atau potensi kebakaran. Sama seperti di area terbuka, perhatikan kondisi tanah di sekitar.

Saat Berada di Pantai

Masyarakat yang berada di area pantai saat gempa diimbau untuk segera menjauhi garis pantai dan mencari dataran tinggi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi terjadinya tsunami pasca-gempa.

Saat Berada di Daerah Pegunungan

Di daerah pegunungan, risiko longsoran tanah meningkat saat gempa. Oleh karena itu, warga diminta untuk segera menjauhi lereng atau area yang rawan longsor demi keselamatan.

Tindakan Pasca-Gempa Bumi

Kewaspadaan harus tetap dijaga setelah guncangan gempa mereda. BMKG menyarankan beberapa langkah penting untuk memastikan keselamatan dan meminimalkan risiko lebih lanjut.

Evakuasi dan Penanganan Awal

Jika berada di dalam bangunan, segera keluar dengan tertib dan hindari penggunaan lift atau tangga berjalan; gunakan tangga biasa. Periksa kondisi diri dan orang sekitar, berikan pertolongan pertama (P3K) jika ada yang terluka, dan segera hubungi bantuan medis jika cedera parah.

Pemeriksaan Lingkungan dan Pencegahan Risiko

Setelah evakuasi, periksa lingkungan sekitar dari potensi bahaya seperti kebakaran, kebocoran gas, atau kerusakan pada aliran listrik dan pipa air. Matikan listrik dan hindari menyalakan api untuk mencegah insiden lebih lanjut.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak kembali memasuki bangunan yang telah diguncang gempa karena risiko runtuhan susulan. Hindari pula area sekitar gempa karena potensi gempa susulan masih ada.

Pentingnya Informasi Akurat dan Kesiapsiagaan

Dalam situasi pasca-gempa, kepanikan seringkali tak terhindarkan. Namun, BMKG menekankan pentingnya tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi dan bertanggung jawab, seperti siaran radio atau pengumuman dari instansi terkait.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, partisipasi dalam pengisian angket dari instansi terkait sangat membantu dalam upaya pendataan tingkat kerusakan di lokasi kejadian.

Informasi lengkap mengenai panduan keselamatan gempa bumi ini disampaikan melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dapat diakses publik.