Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk menyelamatkan ikan endemik Betta burdigala. Langkah ini diambil menyusul kondisi populasi ikan asal Bangka Belitung tersebut yang kini berada di ambang kepunahan akibat tekanan lingkungan dan eksploitasi yang terus berlangsung di alam liar.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 6, KKB Kusnoto – BRIN Bogor. Program bertajuk “Riset Domestikasi dan Pemantauan Keragaman Genetik Ikan Betta sp. Endemik Kepulauan Bangka Belitung Hasil Domestikasi” ini menjadi upaya konkret dalam menjaga keberlanjutan spesies tersebut.
Status Kritis dalam Daftar Merah IUCN
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan (PRZT) BRIN, MH Fariduddin Ath-Thar, mengungkapkan bahwa intervensi konservasi berbasis ilmiah sangat mendesak untuk dilakukan. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), Betta burdigala telah menyandang status Sangat Terancam Punah (Critically Endangered).
Status tersebut menunjukkan adanya risiko kepunahan yang sangat tinggi di habitat aslinya. Selain Betta burdigala, beberapa spesies Betta endemik lainnya di wilayah Bangka dan Belitung juga dilaporkan masuk dalam kategori Terancam (Endangered) hingga Rentan (Vulnerable).
Tahapan Riset Domestikasi dan Restocking
Program penyelamatan ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan teknis yang dimulai dari pemijahan di lingkungan terkontrol. Proses domestikasi ini bertujuan untuk menghasilkan populasi budidaya yang tetap memiliki kualitas genetik serupa dengan populasi aslinya di alam.
Setelah tahap domestikasi berhasil, fokus riset akan berlanjut pada:
- Evaluasi efektivitas sistem pembenihan (hatchery).
- Program restocking atau pelepasliaran kembali ke habitat alami.
- Pemantauan keragaman genetik secara sistematis untuk mencegah penurunan daya tahan spesies.
Ahmad Fahrul Syarif, penanggung jawab riset dari UBB, menekankan bahwa pengelolaan genetik yang berkelanjutan sangat krusial. Tanpa pengawasan genetik yang ketat, populasi hasil budidaya dikhawatirkan akan mengalami penurunan variasi yang justru dapat melemahkan kemampuan adaptasi ikan saat dikembalikan ke alam.
Potensi Ekonomi dan Ikon Daerah
Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan UBB, Riwan Kusmiadi, menyatakan bahwa Betta burdigala memiliki potensi besar untuk menjadi ikon unggulan Bangka Belitung. Selain nilai konservasi, ikan ini berpeluang dikembangkan sebagai komoditas perikanan hias yang bernilai ekonomi tinggi.
Sinergi antara BRIN dan UBB diharapkan tidak hanya berhenti pada penyelamatan spesies, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi berbasis riset ini diproyeksikan mampu mendukung sektor perikanan hias berkelanjutan serta memperkuat kemandirian pangan nasional di masa depan.
