[“Darurat Tersedak: Dokter UM PKU Surakarta Ungkap Ancaman Nyawa dan Panduan Pertolongan Pertama yang Krusial”, “Dosen UM PKU Surakarta Suyanti Jelaskan Tanda dan Langkah Penanganan Tersedak untuk Selamatkan Nyawa”, “Kenali Tanda Tersedak dan Kuasai Teknik Heimlich Maneuver: Panduan Dokter untuk Penanganan Cepat”]
Melihat seseorang tersedak dapat memicu kepanikan, namun ketenangan adalah kunci utama dalam memberikan pertolongan. Kondisi tersedak, di mana makanan atau benda asing menyumbat saluran pernapasan, merupakan keadaan darurat yang berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Dosen Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UM PKU Surakarta), Suyanti, menjelaskan bahwa sumbatan jalan napas dapat menyebabkan oksigen tidak mencapai paru-paru, berdampak fatal pada seluruh organ tubuh, termasuk otak.
Tanda-tanda Tersedak yang Perlu Diwaspadai
Suyanti memaparkan bahwa tersedak terjadi ketika ada sumbatan di jalan napas, baik sebagian maupun total. Gejala khasnya meliputi ketidakmampuan berbicara atau bersuara jika sumbatan hampir total.
Pasien mungkin batuk dengan suara sangat lemah atau bahkan tidak bernapas sama sekali. Ciri utama yang perlu diwaspadai adalah pasien secara refleks akan memegang lehernya.
Pada kasus berat, wajah pasien bisa tampak kebiruan (cyanosis) dan berujung pada hilangnya kesadaran. Kondisi ini dikategorikan sebagai gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
Bahaya Tersedak: Ancaman Henti Jantung dan Kematian
Jika sumbatan tidak segera dikeluarkan, pasokan oksigen ke paru-paru akan terhenti, memengaruhi seluruh organ vital. Otak, yang sangat bergantung pada oksigen, dapat mengalami kerusakan serius dalam waktu kurang lebih lima menit.
Suyanti menegaskan, tanpa suplai oksigen yang cukup, pasien berisiko mengalami henti jantung dan henti napas, yang dapat berujung pada kematian dalam waktu singkat. Oleh karena itu, mengenali tanda dan memahami pertolongan pertama sangat krusial.
Langkah Pertolongan Pertama untuk Pasien Tersedak
Langkah awal yang ditekankan Suyanti adalah tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi pasien tersedak. Pastikan pasien segera mendapatkan penanganan dan konfirmasi apakah mereka masih bisa berbicara atau batuk.
Jika pasien masih mampu batuk atau berbicara, anjurkan untuk batuk sekuat tenaga agar benda yang tersedak dapat keluar. Namun, jika pasien tidak dapat berbicara atau batuk, pertolongan pertama harus segera dilakukan sambil memanggil bantuan jika diperlukan.
Teknik Heimlich Maneuver untuk Dewasa dan Anak di Atas Satu Tahun
Suyanti menjelaskan bahwa teknik Heimlich Maneuver merupakan metode pertolongan pertama yang efektif untuk pasien dewasa atau anak usia lebih dari satu tahun.
Berikut adalah langkah-langkah melakukan teknik Heimlich Maneuver:
- Berdiri di belakang korban.
- Lingkarkan kedua tangan dan kepalkan satu tangan. Letakkan kepalan tangan di bagian atas perut atau diafragma korban.
- Letakkan tangan yang lain di atas kepalan tangan pertama untuk memperkuat dorongan.
- Dorong kedua tangan ke dalam dan ke atas secara cepat dan berulang hingga benda yang menyumbat termuntahkan atau pasien sadar kembali.
Teknik ini dianggap aman untuk kelompok usia tersebut asalkan dilakukan dengan benar.
Penanganan Khusus untuk Bayi di Bawah Satu Tahun
Untuk bayi berusia kurang dari satu tahun, teknik Heimlich Maneuver tidak diperbolehkan. Suyanti memberikan panduan khusus untuk penanganan bayi tersedak.
Tata cara pertolongan bagi bayi tersedak meliputi:
- Posisikan bayi tengkurap di lengan penolong dengan kepala lebih rendah dari tubuh.
- Tepuk punggung bayi sebanyak lima kali dengan lembut.
- Harapannya, sisa makanan akan terdorong keluar, bayi muntah, atau menangis kuat.
Jika jalan napas sudah bersih dan bayi menangis, berarti pertolongan berhasil. Teknik ini dapat diulangi hingga bayi jelas tidak tersedak.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Menolong Pasien Tersedak
Niat baik untuk menolong dapat berpotensi memperburuk keadaan jika dilakukan dengan cara yang salah. Suyanti mengingatkan beberapa tindakan yang harus dihindari:
- Jangan panik lalu memberi minum atau makanan, karena dapat memperparah sumbatan.
- Jangan menepuk punggung korban yang berdiri tegak, karena berisiko membuat sumbatan masuk lebih dalam.
- Jangan sembarangan mengorek mulut pasien. Posisikan pasien terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan apapun di area mulut.
Suyanti kembali menekankan pentingnya ketenangan dan berpikir jernih. Penolong tidak boleh meninggalkan pasien sendirian dan harus sebisa mungkin membantu mengeluarkan benda yang menyumbat.
Informasi lengkap mengenai panduan pertolongan pertama tersedak ini disampaikan oleh Dosen UM PKU Surakarta, Suyanti, dalam keterangannya pada Rabu, 28 Januari 2026.