Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan pada Pilpres 2029 mulai menguat dari internal partai koalisi. Namun, soliditas dukungan tersebut tidak serta-merta mencakup posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pendampingnya di periode kedua.
Sikap PAN dan PKB Terkait Kursi Cawapres 2029
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan komitmen partainya untuk kembali mengusung Prabowo Subianto. Meski demikian, ia menyatakan bahwa PAN memiliki aspirasi untuk mendorong kader internal sebagai pendamping Prabowo pada kontestasi mendatang.
Eddy menyoroti potensi perubahan aturan ambang batas pencalonan presiden yang memberikan kesempatan bagi partai politik untuk mengajukan kader sendiri. “Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu,” ujar Eddy di Gedung DPR RI, Kamis (5/2).
Senada dengan PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bali juga menyuarakan hal serupa. Ahmad Iman Sukri dari DPW PKB Bali menyebut Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai sosok yang layak mendampingi Prabowo di periode kedua.
“Soal wakil presiden terserah Pak Prabowo, tapi kalau ditanya kepada PKB siapa, ya kami berharap bisa cawapresnya ketum kami Gus Muhaimin,” kata Iman.
Analisis Kekuatan Politik Prabowo dan Posisi Gibran
Direktur Utama Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai posisi politik Prabowo saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat Pilpres 2024. Menurutnya, jika pada 2024 faktor Gibran sebagai representasi Jokowi sangat krusial, kini Prabowo telah memiliki basis kepuasan publik yang mandiri melalui program-programnya.
Hendri mengamati bahwa keberhasilan Prabowo merangkul lawan politik dan tingkat kecintaan rakyat terhadap kinerjanya membuat posisi tawarnya di hadapan koalisi semakin tinggi. Hal ini memicu partai pendukung mulai berani memunculkan nama kader masing-masing untuk posisi RI-2 tanpa harus bergantung pada figur lama.
Informasi mengenai dinamika politik menjelang Pilpres 2029 ini dirangkum berdasarkan pernyataan resmi perwakilan partai politik dan analisis pakar yang disampaikan melalui saluran komunikasi publik.
