Berita

DOJ Ungkap Jejaring Jeffrey Epstein: Seret Nama Donald Trump, Bill Gates, hingga Pangeran Andrew

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen internal terkait mendiang finansier Jeffrey Epstein pada Jumat (6/2/2026). Berkas-berkas tersebut mengungkap luasnya jejaring sosial dan profesional Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia politik, bisnis, hingga kalangan elite internasional, baik sebelum maupun setelah ia mengaku bersalah atas kasus prostitusi pada 2008.

Epstein, yang kembali ditangkap pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak secara federal, ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada tahun yang sama. Meski kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, dokumen terbaru ini memberikan konteks lebih dalam mengenai relasi-relasi yang ia bangun selama bertahun-tahun. DOJ mengonfirmasi telah menarik ribuan dokumen yang secara tidak sengaja mengungkap identitas korban, sembari mengingatkan bahwa materi yang dirilis mungkin memuat tuduhan yang belum terbukti.

Keterlibatan Tokoh Politik Amerika Serikat

Nama mantan Presiden AS Donald Trump muncul dalam dokumen tersebut melalui catatan komunikasi dan foto. Trump diketahui kerap bersosialisasi dengan Epstein pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Dokumen DOJ mencantumkan foto Trump bersama beberapa perempuan serta sebuah catatan bernuansa sugestif yang diduga bertanda tangan Trump. Meski demikian, Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan mengeklaim telah memutus hubungan sejak awal 2000-an.

Mantan Presiden Bill Clinton juga tercatat beberapa kali menggunakan pesawat pribadi Epstein pada awal 2000-an. Foto-foto yang dirilis menunjukkan Clinton berpose dengan sejumlah perempuan yang identitasnya disamarkan. Clinton telah menyatakan penyesalannya atas kedekatan tersebut namun membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Selain itu, nama Melania Trump muncul dalam email tahun 2002 kepada Ghislaine Maxwell terkait sebuah artikel majalah. Kandidat pimpinan Federal Reserve, Kevin Warsh, juga tercatat dalam daftar undangan pertemuan Natal tahun 2010, meski belum ada tanggapan resmi darinya terkait hal tersebut.

Sorotan pada Kalangan Miliarder dan Pebisnis

Pendiri Microsoft, Bill Gates, diidentifikasi melakukan beberapa pertemuan dengan Epstein setelah tahun 2008 untuk membahas kegiatan filantropi. Gates mengakui bahwa pertemuan tersebut merupakan kesalahan penilaian. Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk disebut pernah menanyakan rencana pesta di pulau pribadi Epstein pada 2012, namun Musk mengeklaim tidak pernah menghadiri undangan tersebut dan memiliki interaksi yang sangat minim.

Dampak profesional juga dirasakan oleh sejumlah eksekutif senior, di antaranya:

  • Larry Summers: Mantan Menteri Keuangan AS ini mundur dari sejumlah jabatan publik setelah dokumen mengungkap komunikasinya dengan Epstein hingga 2019.
  • Jes Staley: Mantan eksekutif JPMorgan ini dilarang beraktivitas di industri keuangan Inggris setelah terungkap bertukar sekitar 1.200 email dengan Epstein.
  • Brad Karp: Ketua firma hukum Paul Weiss mengundurkan diri setelah email mengungkap komunikasi pribadi dan bisnisnya dengan Epstein.
  • Kathy Ruemmler: Penasihat hukum Goldman Sachs tercatat menerima hadiah dan memberikan saran kehumasan kepada Epstein antara 2014 hingga 2019.

Relasi Internasional dan Anggota Kerajaan

Pangeran Andrew dari Inggris menjadi salah satu tokoh yang paling disorot karena hubungan sosialnya dengan Epstein, yang berujung pada pencopotan gelar kerajaannya. Dokumen DOJ memuat foto-foto Andrew bersama beberapa perempuan dalam situasi yang kompromistis. Andrew telah menyelesaikan gugatan perdata dengan salah satu korban melalui kompensasi tanpa mengakui kesalahan.

Di kancah internasional lainnya, Ketua World Economic Forum (WEF) Borge Brende kini menghadapi penyelidikan internal setelah terungkap menghadiri jamuan makan malam bersama Epstein pada 2018. Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, juga menyampaikan permohonan maaf atas korespondensi email yang intens dengan sang finansier.

Informasi lengkap mengenai keterlibatan para tokoh ini didasarkan pada dokumen resmi Departemen Kehakiman AS yang dirilis melalui saluran publik pada awal Februari 2026.