Dokter Spesialis Ungkap Peran Sebenarnya Alpukat dan Telur dalam Regenerasi Sel dan Pengelolaan Lemak Perut
Sebuah unggahan di media sosial Instagram yang mengklaim konsumsi alpukat dan telur dapat mempercepat regenerasi sel serta mengurangi lemak perut menjadi perbincangan hangat warganet. Unggahan tersebut, yang dibagikan pada Rabu (14/1/2026), menekankan sinergi nutrisi lebih penting daripada sekadar perhitungan kalori. Namun, klaim ini dibantah oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD.
Klaim Viral dan Penjelasan Medis Awal
Narasi yang diunggah oleh akun @ananghi*** pada Rabu (14/1/2026) menyebutkan, “Studi: Makan Alpukat dan telur dapat percepat regenerasi sel dan kurangi lemak perut.” Unggahan itu menilai masyarakat sering terpaku pada perhitungan kalori, padahal sinergi nutrisi tubuh memiliki peran krusial. Telur disebut sebagai sumber protein dan kolin yang menjaga kestabilan gula darah, sementara alpukat mengandung lemak sehat dan antioksidan untuk fungsi hormon. Kombinasi keduanya diklaim meningkatkan penyerapan nutrisi, memperpanjang rasa kenyang, dan menjaga energi tubuh stabil.
Menanggapi klaim tersebut, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, yang akrab disapa dr. Koko, menegaskan bahwa alpukat dan telur tidak secara langsung mempercepat regenerasi sel. Menurutnya, kedua bahan pangan ini lebih berperan sebagai penyedia nutrisi esensial bagi tubuh.
Peran Alpukat dan Telur: Nutrisi, Bukan Pemicu
Dr. Koko menjelaskan kepada Kompas.com pada Rabu (28/1/2026) bahwa konsumsi alpukat dan telur tidak memicu percepatan proses regenerasi sel. “Keduanya hanya menyediakan bahan baku berupa nutrisi atau zat gizi yang memang dibutuhkan tubuh untuk regenerasi sel,” ujarnya. Ia menambahkan, tubuh manusia memiliki mekanisme regenerasi sel secara alami. Proses ini akan berjalan optimal jika kebutuhan gizi terpenuhi secara baik dan seimbang.
Lemak Sehat dan Protein sebagai Penopang Gizi
Lebih lanjut, dr. Koko menyebut alpukat sebagai sumber asam lemak tak jenuh yang bermanfaat, sedangkan telur kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Kombinasi zat gizi ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. “Alpukat itu sumber lemak tidak jenuh, telur juga sumber protein, vitamin, dan mineral. Semua ini membantu mencukupi keperluan zat gizi tubuh,” katanya.
Namun, dr. Koko mengingatkan bahwa alpukat dan telur bukanlah satu-satunya sumber nutrisi yang dibutuhkan. Asupan gizi harus tetap divariasikan dari berbagai bahan pangan lain. “Tidak hanya itu, masih ada pisang, semangka, pepaya, wortel, kentang, ikan, dan ayam. Idealnya dikombinasikan supaya variasi gizinya lengkap,” jelasnya.
Mengelola Lemak Perut: Bukan Hanya Satu Makanan
Terkait klaim pengurangan lemak perut, dr. Koko menekankan bahwa kunci utamanya bukan pada konsumsi satu atau dua jenis makanan, melainkan pada pengelolaan asupan lemak secara keseluruhan. “Kalau bicara bukti klinis, inti mengurangi lemak perut itu pertama mengurangi asupan lemak agar tidak melebihi kebutuhan harian,” paparnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan jenis lemak. Lemak dari gorengan atau santan berlebihan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Setelah asupan lemak dikendalikan, tubuh baru dapat memanfaatkan lemak dengan lebih efektif.
Faktor Individu dan Risiko Konsumsi Berlebihan
Dr. Koko menambahkan, efek regenerasi sel dan penurunan lemak perut tidak akan sama pada setiap individu. “Semua orang bisa mendapatkan manfaatnya, tapi hasilnya bervariasi tergantung genetik, kebiasaan, metabolisme, dan penyakit penyerta,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan akan risiko konsumsi berlebihan, terutama bagi pasien dengan kondisi medis tertentu. “Segala sesuatu yang berlebihan jelas tidak baik. Kalau berlebih, tubuh justru punya PR untuk mengelola kelebihan itu dan akhirnya disimpan lagi sebagai lemak,” pungkas dr. Koko.
Informasi lengkap mengenai klarifikasi klaim alpukat dan telur ini disampaikan melalui pernyataan resmi dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, yang dirilis pada Rabu, 28 Januari 2026, kepada Kompas.com.