Musisi asal Puerto Rico, Bad Bunny, mencetak sejarah sebagai penampil pertama yang membawakan lagu sepenuhnya dalam bahasa Spanyol di panggung paruh waktu Super Bowl 2026 pada Senin (9/2/2026). Namun, pertunjukan yang sarat akan pesan budaya Karibia tersebut menuai kritik keras dari Donald Trump yang menyebutnya sebagai salah satu aksi panggung terburuk.
Detail Pertunjukan dan Pesan Persatuan Bad Bunny
Selama kurang lebih 14 menit, musisi berusia 31 tahun itu menyulap panggung Super Bowl menjadi penghormatan bagi budaya Karibia dengan latar visual rumah tradisional Puerto Rico atau casita. Pertunjukan ini juga dimeriahkan oleh sederet bintang tamu ternama seperti Lady Gaga, Ricky Martin, Pedro Pascal, Cardi B, Karol G, hingga Jessica Alba.
Meski didominasi bahasa Spanyol, Bad Bunny sempat menyelipkan pesan persatuan dalam bahasa Inggris. Di akhir penampilannya, sebuah pesan bertuliskan “Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta” terpampang di latar belakang, sementara ia memegang bola sepak dengan tulisan “Bersama, Kita Adalah Amerika”.
Kritik Pedas Donald Trump di Media Sosial
Melalui platform Truth Social, Donald Trump meluapkan kemarahannya atas penampilan tersebut. Ia menilai aksi panggung Bad Bunny tidak mencerminkan standar kreativitas Amerika dan mengkritik penggunaan bahasa Spanyol yang dominan sepanjang acara.
“Benar-benar mengerikan, salah satu yang terburuk sepanjang masa. Tidak ada yang mengerti sepatah kata pun yang diucapkan orang ini,” tulis Trump sebagaimana dikutip dari Forbes.
Selain masalah bahasa, Trump juga menyebut koreografi tarian dalam pertunjukan tersebut tidak pantas untuk disaksikan anak-anak. Ia bahkan menganggap penampilan tersebut sebagai sebuah penghinaan, meski Bad Bunny sama sekali tidak menyinggung isu politik atau pemerintahan dalam aksinya.
Profil dan Pencapaian Bad Bunny di Industri Musik
Bad Bunny, yang memiliki nama asli Benito Antonio Martinez Ocasio, merupakan sosok kunci dalam mempopulerkan genre reggaeton dan Latin trap ke kancah global. Pada tahun 2025, ia tercatat sebagai artis dengan jumlah pemutaran lagu terbanyak di dunia versi Spotify.
Perjalanan kariernya dimulai dari unggahan lagu di SoundCloud hingga akhirnya meraih kesuksesan besar melalui album debut X 100PRE (2018). Pada tahun 2026, ia kembali mengukir prestasi lewat album Debi tirar mas fotos yang menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan kategori Album Terbaik Tahun Ini di ajang Grammy Awards.
Informasi mengenai jalannya acara dan pernyataan terkait penampilan ini merujuk pada laporan resmi BBC dan unggahan publik Donald Trump pada Februari 2026.
