Ruben Amorim resmi meninggalkan kursi kepelatihan Manchester United pada 5 Januari lalu menyusul rentetan hasil yang tidak memuaskan di kompetisi domestik. Di tengah evaluasi kinerjanya, keputusan Amorim menepikan gelandang muda Kobbie Mainoo menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk mantan kapten klub, Gary Neville.
Statistik dan Alasan Pemecatan Ruben Amorim
Selama masa jabatannya, Manchester United mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan di bawah arahan Amorim. Saat pelatih asal Portugal tersebut dilepas, Setan Merah tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris. Selain faktor teknis, komentar Amorim yang menyiratkan ketidakpuasan terhadap perannya di klub disebut mempercepat keputusan manajemen untuk memutus kontraknya.
Keteguhan Amorim dalam menerapkan pola tiga bek juga menjadi bahan perdebatan panjang di kalangan pengamat sepak bola. Selain itu, penempatan posisi Bruno Fernandes yang ditarik lebih dalam serta pemilihan pemain inti lainnya dianggap tidak maksimal dalam mengangkat performa tim secara keseluruhan.
Dampak Taktik Terhadap Kobbie Mainoo
Salah satu keputusan yang paling banyak dikritik adalah minimnya kesempatan bermain bagi Kobbie Mainoo. Gelandang berusia 20 tahun tersebut hampir meninggalkan klub demi mendapatkan menit bermain reguler setelah terus-menerus ditepikan oleh Amorim selama periode kepemimpinannya.
Situasi Mainoo dianggap sebagai kerugian terbesar bagi tim. Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, memberikan kritik pedas terkait perlakuan Amorim terhadap talenta muda tersebut dalam sebuah diskusi publik baru-baru ini.
“Kobbie Mainoo bahkan tidak benar-benar mendapatkan kesempatan di bawah Ruben. Kalau Anda memikirkannya sekarang dan melihat ke penampilan Mainoo di tim yang ini, itu tampaknya menjadi keputusan terburuk Ruben Amorim,” ujar Neville dalam siniar Stick to Football.
Kebangkitan di Bawah Arahan Michael Carrick
Pasca kepergian Amorim, Michael Carrick yang menjabat sebagai caretaker langsung memberikan kepercayaan penuh kepada Mainoo. Sejak pertandingan pertama di bawah kendali Carrick, Mainoo kembali menjadi starter dan posisinya sejauh ini tidak tergantikan di lini tengah Setan Merah.
Performa impresif Mainoo setelah pergantian pelatih memperkuat argumen bahwa sang pemain seharusnya menjadi pilar utama sejak awal. Informasi mengenai evaluasi performa tim dan keputusan manajerial ini merujuk pada analisis pakar sepak bola serta catatan statistik resmi klub yang dirilis pasca pergantian kepelatihan di Manchester United.
