Ribuan warga dan pelajar memadati Alun-alun Jombang untuk mengikuti tradisi Grebeg Apem dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (12/2/2026). Sebanyak tujuh tumpeng raksasa berisi ribuan kue apem ludes diserbu massa bahkan sebelum rangkaian sambutan resmi dari pemerintah daerah berakhir.
Agenda tahunan ini dimulai dengan arak-arakan tumpeng dari Kantor Pemkab Jombang menuju pusat alun-alun. Tradisi ini tidak hanya menjadi penanda religius bagi masyarakat Kota Santri, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam menyongsong bulan puasa.
Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya Jombang
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa Grebeg Apem merupakan manifestasi kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Menurutnya, kegiatan ini adalah bagian penting dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai gotong royong atau guyub rukun di tengah masyarakat.
“Ini adalah tradisi masyarakat Jombang menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus bentuk rasa senang dan gembira masyarakat atas datangnya bulan suci ini,” ujar Warsubi di lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan penuh kesungguhan. Ia menekankan bahwa sebagai muslim yang beriman, pelaksanaan ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Sosialisasi Gerakan Indonesia ASRI dan Isu Lingkungan
Di tengah kemeriahan acara, Bupati Warsubi turut menyelipkan pesan mengenai kepedulian lingkungan. Ia mengingatkan warga terkait peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari mendatang, serta merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen melaksanakan kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Bupati yang mewajibkan gerakan bersih sampah. Warsubi mengimbau agar perubahan perilaku pengelolaan sampah dimulai dari lingkup terkecil seperti rumah tangga, sekolah, hingga tingkat desa agar menjadi gerakan sosial yang masif.
Antusiasme Warga yang Tak Terbendung
Puncak acara Grebeg Apem 2026 diwarnai dengan momen unik saat warga berebut kue sebelum waktunya. Meskipun panitia menjadwalkan pembagian secara simbolis setelah sambutan, antusiasme warga yang luar biasa membuat tujuh tumpeng raksasa tersebut habis tak bersisa saat prosesi pidato masih berlangsung.
Walaupun berada di luar skenario teknis panitia, fenomena ini dianggap sebagai bukti kuatnya antusiasme dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi lokal. Informasi mengenai pelaksanaan tradisi ini disampaikan berdasarkan rangkaian acara resmi Pemerintah Kabupaten Jombang yang berlangsung pada 12 Februari 2026.
