Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (12/2/2026) dengan bergerak di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.26 WIB, indeks tercatat menguat 0,10 persen ke posisi 8.299,26.
IHSG dibuka pada level 8.317,24, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 8.290,97. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 8.334,02 dan titik terendah di 8.258,98.
Detail Transaksi dan Pergerakan Saham
Aktivitas perdagangan pagi ini mencatatkan total volume transaksi sebesar 10,38 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,758 triliun. Frekuensi perdagangan terpantau sebanyak 710.100 kali, sementara kapitalisasi pasar berada di level Rp 15.066 triliun.
Sebanyak 304 saham bergerak di zona hijau, 286 saham mengalami pelemahan, dan 368 saham lainnya stagnan. Penguatan IHSG ini juga diikuti oleh sejumlah indeks sektoral dan indeks utama lainnya:
- Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,25 persen ke posisi 572,57.
- KOMPAS100 menguat 0,07 persen ke level 1.172,49.
- Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bertambah 0,25 persen ke posisi 296,90.
- IDX30 naik 0,11 persen ke level 436,51.
- JII70 menguat 0,40 persen menjadi 212,31.
- Indeks LQ45 tercatat melemah tipis 0,09 persen ke level 841,20.
Proyeksi dan Analisis Teknikal
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG berpotensi menguat di rentang area 8.328 hingga 8.440 pada perdagangan hari ini. Menurutnya, indeks telah mencapai target minimal yang diproyeksikan sebelumnya.
“Best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.328-8.440,” terang Herditya dalam laporan risetnya. Namun, ia mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek ke rentang 8.155-8.239.
Berdasarkan analisis tersebut, level support IHSG saat ini berada di posisi 7.863 dan 7.712. Sementara itu, area resistance terdekat berada pada level 8.354 dan 8.517.
Senada dengan hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas. Ia menetapkan rentang support dan resistance berada di level 7.800 hingga 8.320.
Informasi mengenai pergerakan pasar modal ini merujuk pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia dan laporan harian analis sekuritas yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
