Para ilmuwan berhasil mendeteksi sinyal radio misterius yang berasal dari pusat Galaksi Bima Sakti. Penemuan ini membuka peluang besar bagi dunia sains untuk menguji kembali teori relativitas umum milik Albert Einstein melalui laboratorium kosmik alami.
Sinyal tersebut diduga kuat berasal dari sebuah pulsar, yakni inti bintang superpadat yang berputar sangat cepat di dekat lubang hitam supermasif Sagittarius A*. Objek ini menjadi sangat penting karena lokasinya berada di wilayah dengan pengaruh gravitasi paling ekstrem di galaksi kita.
Karakteristik Pulsar sebagai Mercusuar Kosmik
Pulsar merupakan jenis bintang neutron yang terbentuk dari sisa inti bintang masif setelah meledak sebagai supernova. Objek ini memancarkan gelombang radio dari kutub magnetiknya yang menyapu ruang angkasa layaknya cahaya mercusuar, sehingga dapat terdeteksi dari Bumi sebagai denyutan teratur.
Kandidat pulsar yang baru ditemukan ini tercatat berputar setiap 8,19 milidetik, yang berarti ia berotasi lebih dari 120 kali dalam satu detik. Penelitian yang dipimpin oleh Karen Perez dari SETI Institute ini telah dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal pada 9 Februari lalu.
Laboratorium Alami untuk Teori Relativitas
Keberadaan pulsar di dekat Sagittarius A* sangat langka dan berharga bagi pengembangan ilmu fisika. Berdasarkan teori relativitas umum tahun 1915, benda bermassa besar seperti lubang hitam akan melengkungkan ruang dan waktu di sekitarnya.
Karena pulsar memiliki rotasi yang sangat stabil, denyut sinyalnya dapat digunakan sebagai alat ukur presisi untuk memetakan kelengkungan ruang-waktu tersebut. Ilmuwan akan memantau apakah gravitasi ekstrem dari lubang hitam memengaruhi interval denyutan atau menyebabkan penundaan waktu pada sinyal radio yang melintas.
Metode Pengujian Gravitasi Ekstrem
Terdapat dua efek utama yang akan diamati oleh para peneliti untuk memvalidasi teori Einstein dalam kondisi ini:
- Anomali Waktu Kedatangan Sinyal: Perubahan kecil pada pola denyutan normal akibat pengaruh gravitasi lubang hitam terhadap rotasi pulsar.
- Pembelokan dan Penundaan Sinyal: Efek saat gelombang radio melintas dekat objek bermassa besar yang menyebabkan jalurnya berbelok sesuai prediksi relativitas umum.
Jika pengamatan menunjukkan hasil yang konsisten, maka teori Einstein kembali terbukti akurat. Namun, adanya penyimpangan signifikan dapat menjadi petunjuk awal bagi penemuan hukum fisika baru di luar teori yang ada saat ini.
Ditemukan Melalui Proyek Breakthrough Listen
Sinyal radio ini ditemukan melalui program Breakthrough Listen, sebuah inisiatif global yang awalnya bertujuan mencari tanda-tanda kehidupan di luar Bumi. Dalam survei khusus di pusat galaksi, para peneliti memindai wilayah tersebut untuk mencari sinyal radio yang tidak biasa.
Data hasil temuan ini telah dibuka untuk publik agar ilmuwan di seluruh dunia dapat melakukan analisis independen. Langkah transparansi ini diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi mengenai identitas asli sumber sinyal tersebut.
Proses Konfirmasi dan Analisis Lanjutan
Meskipun temuan ini sangat menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya pengamatan lanjutan untuk memastikan asal-usul sinyal. Hal ini dikarenakan pusat galaksi dipenuhi oleh berbagai sumber radio eksotis lainnya, seperti awan gas panas dan sisa ledakan supernova.
Jika identitas pulsar ini terkonfirmasi, pusat Bima Sakti akan resmi menjadi lokasi terbaik di alam semesta untuk mempelajari interaksi antara gravitasi, ruang-waktu, dan hukum dasar alam. Temuan ini membuktikan bahwa sinyal radio dari kedalaman galaksi mampu memberikan dampak besar bagi pemahaman manusia tentang semesta.
