Kolaborasi antara James Webb Space Telescope (JWST) dan Chandra X-ray Observatory berhasil menangkap citra protoklaster galaksi muda bernama JADES-ID1. Objek kosmik raksasa ini terdeteksi berada pada jarak 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang berarti keberadaannya sudah ada sejak alam semesta baru berusia sekitar satu miliar tahun atau kurang dari 10 persen dari usianya saat ini.
Penemuan Protoklaster JADES-ID1 di Awal Alam Semesta
JADES-ID1 muncul sebagai kumpulan titik bercahaya dalam awan biru besar pada citra gabungan kedua teleskop tersebut. Titik-titik ini merupakan galaksi muda, sementara warna biru melambangkan awan gas panas yang menyelimuti wilayah tersebut. Penemuan ini mengejutkan komunitas astronom karena ukurannya yang dianggap terlalu besar untuk periode awal pembentukan alam semesta, seolah-olah kosmos tumbuh jauh lebih cepat dari perkiraan semula.
Para ilmuwan mengklasifikasikan JADES-ID1 sebagai protoklaster galaksi, yakni struktur besar yang terdiri atas ratusan hingga ribuan galaksi yang mulai menyatu akibat gaya gravitasi. Berbeda dengan klaster yang sudah matang, galaksi dalam protoklaster belum sepenuhnya terikat erat dan awan gas panas di sekitarnya biasanya sulit dideteksi karena belum berkembang sempurna.
Kombinasi Teknologi JWST dan Chandra X-ray
Keberhasilan identifikasi JADES-ID1 merupakan hasil sinergi instrumen inframerah JWST dan deteksi sinar-X dari Chandra. JWST berhasil memetakan setidaknya 66 galaksi yang terikat gravitasi di wilayah tersebut, sementara Chandra mendeteksi pancaran sinar-X dari gas bersuhu sangat tinggi yang menyelimuti kawasan itu.
Fakta bahwa Chandra mampu menangkap sinar-X dari wilayah ini menjadi bukti kuat bahwa JADES-ID1 merupakan satu struktur kosmik raksasa yang solid, bukan sekadar kumpulan galaksi acak. Keberadaan gas panas tersebut menandakan bahwa kawasan tersebut memiliki massa yang sangat besar.
Tantangan Terhadap Model Kosmologi Saat Ini
Data penelitian menunjukkan bahwa JADES-ID1 memiliki massa mencapai 20 triliun kali massa Matahari dengan bentang wilayah sekitar 1,1 juta tahun cahaya. Berdasarkan model kosmologi konvensional, struktur sebesar ini seharusnya baru terbentuk saat alam semesta berusia antara 2 hingga 3 miliar tahun setelah Big Bang.
“Ini mungkin protoklaster terjauh yang pernah dikonfirmasi. JADES-ID1 memberi kita bukti baru bahwa alam semesta tumbuh dewasa dengan sangat cepat,” ujar Akos Bogdan dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics (CfA).
Hasil studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 28 Januari 2026 ini membuka peluang bagi para ilmuwan untuk meninjau ulang teori pertumbuhan struktur kosmik, distribusi materi gelap, dan proses pembentukan galaksi pertama. Berikut adalah rincian teknis terkait JADES-ID1:
| Parameter | Detail Informasi |
| Massa Estimasi | 20 Triliun Massa Matahari |
| Bentang Wilayah | 1,1 Juta Tahun Cahaya |
| Jumlah Galaksi Terdeteksi | 66 Galaksi |
| Jarak dari Bumi | 12,7 Miliar Tahun Cahaya |
Penemuan ini memberikan jendela baru bagi para astronom untuk memahami bagaimana “kota-kota kosmik” mulai berkembang di masa awal sejarah alam semesta. James Webb kembali membuktikan fungsinya sebagai instrumen yang mampu membawa manusia melihat kembali ke masa-masa paling awal pembentukan kosmos.
