Berita

Jerman Soroti Keamanan 1.236 Ton Emas di AS: Perlukah Dipulangkan di Tengah Ketegangan Geopolitik?

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu perdebatan sengit di Jerman terkait penyimpanan 1.236 ton cadangan emas nasional di Negeri Paman Sam. Sejumlah politisi dan warga Eropa menilai kebijakan luar negeri dan perdagangan Trump yang agresif telah mengikis kepercayaan terhadap Amerika Serikat sebagai sekutu strategis.

Ancaman tarif impor, pernyataan kontroversial mengenai Greenland, serta pendekatan unilateral Washington membuat aliansi transatlantik kembali dipertanyakan. Marie-Agnes Strack-Zimmermann, Ketua Komite Pertahanan Parlemen Uni Eropa dari Partai Demokrat Bebas (FDP), menyebut situasi ini sebagai alasan kuat untuk meninjau ulang penyimpanan emas Jerman di AS.

Latar Belakang Penyimpanan Emas Jerman di AS

Jerman memiliki sekitar 3.350 ton cadangan emas, dengan sekitar 36,6 persen di antaranya disimpan di Amerika Serikat. Penyimpanan ini merupakan warisan sistem Bretton Woods pasca-Perang Dunia II.

Dr. Demary, ekonom senior Institut Ekonomi Jerman (IW), menjelaskan bahwa surplus ekspor besar Jerman terhadap AS pada masa lalu mendorong negara itu menukarkan dolar dengan emas demi menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, penyimpanan emas di AS juga dinilai strategis pada masa Perang Dingin karena Amerika Serikat dianggap lebih aman jika terjadi konflik dengan Uni Soviet.

Risiko dan Tantangan Pemulangan Cadangan Emas

Kebijakan Trump yang tidak dapat diprediksi memunculkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat membatasi pemindahan emas dalam situasi tertentu. Dr. Demary menyebut risiko penyimpanan aset di luar negeri selalu ada, namun risiko serupa juga tetap muncul meskipun emas dipindahkan ke Jerman, dikutip dari Euronews pada Senin (2/2/2026).

Proses pemulangan emas dinilai sangat kompleks karena memerlukan pengamanan ketat, transportasi lapis baja, serta menghadapi risiko perampokan, kecelakaan laut, atau penyitaan kargo. Sebaliknya, penyimpanan emas di AS justru dianggap menguntungkan apabila Jerman membutuhkan akses cepat terhadap dolar dalam situasi krisis keuangan.

Tuntutan Politik atau Ancaman Nyata?

Dr. Demary menilai tuntutan Strack-Zimmermann lebih bersifat simbolis dan politis sebagai respons terhadap tekanan kebijakan dagang Trump. Federal Reserve disebut memiliki independensi tinggi sehingga pemerintah AS tidak dapat serta-merta menyita emas milik Jerman tanpa perubahan undang-undang.

Bahkan jika skenario terburuk terjadi, Jerman masih memiliki jalur hukum internasional atau opsi kompensasi dalam bentuk dolar. Menurut Dr. Demary, keputusan mengenai lokasi penyimpanan emas harus didasarkan pada pertimbangan rasional antara risiko dan manfaat. Keuntungan menyimpan sebagian cadangan emas di Amerika Serikat dinilai masih lebih besar dibandingkan kerugiannya dalam kondisi saat ini.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Institut Ekonomi Jerman (IW) dan laporan Euronews yang dirilis pada 2 Februari 2026.